BERITA UTAMA

Banjir di Kota Sukabumi, Lorong Saluran Air Peninggalan Belanda Bisa Jadi Solusi

×

Banjir di Kota Sukabumi, Lorong Saluran Air Peninggalan Belanda Bisa Jadi Solusi

Sebarkan artikel ini
LORONG SALURAN AIR: Kondisi salah satu lorong saluran air peninggalan Belanda yang berada di Kota Sukabumi, belum lama ini. FOTO: ISTIMEWA

SUKABUMI — Bencana alam banjir yang melanda Kota Sukabumi beberapa hari lalu, menuai sorotan berbagai pihak. Kali ini, salah seorang pemerhati lingkungan Kota Sukabumi Rudi Suharya menyarankan pemerintah agar dapat memanfaatkan lorong saluran air bawah tanah yang merupakan peninggalan Belanda dapat menjadi solusi meminimalisir banjir.

“Lorong saluran air ini kan terbentang dari kawasan Brawijaya sampai Jalan Arif Rahman Hakim dengan panjang sekitar 200 meter sehingga pemerintah bisa mengaktivasinya untuk menjawab banjir yang sering terjadi di Kota Sukabumi,” ungkap pria yang akrab disapa Mang Endo ini kepada Radar Sukabumi, Jumat (8/11).

Bank bjb Tandamata

Lanjut Mang Endo, lorong saluran air bawah tanah ini sudah ada sejak jaman kolonial Belanda dan seharusnya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah untuk mengatasi masalah banjir yang sering terjadi di Kota Sukabumi. “Dengan memanfaatkan lorong saluran air ini, saya yakin akan mampu meminimalisir banjir dan mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan akibat banjir tersebut,” bebernya.

LORONG SALURAN AIR: Kondisi salah satu lorong saluran air peninggalan Belanda yang berada di Kota Sukabumi, belum lama ini. FOTO: ISTIMEWA

Selain itu, Mang Endo juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air dan lingkungan sekitarnya. “Dengan kesadaran bersama dan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat, Kota Sukabumi dapat terhindar dari bencana banjir yang merugikan,” cetusnya.

Ia meyakini, pemanfaatan lorong saluran air bawah tanah ini dapat menjadi solusi cerdas untuk mengurangi risiko banjir yang terjadi di Kota Sukabumi. “Dengan memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada dan memiliki potensi yang besar, diharapkan pemerintah dapat segera melakukan langkah-langkah konkret untuk mengaktifkan lorong saluran air tersebut,” bebernya.

Mang Endo berharap, pemerintah segera melakukan studi kelayakan dan perencanaan yang matang dalam mengaktifkan lorong saluran air bawah tanah ini, sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal bagi warga Kota Sukabumi. “Semoga dengan langkah yang tepat, Kota Sukabumi dapat menjadi lebih tahan terhadap bencana alam banjir di masa yang akan datang,” harapnya. (Bam)