Bencana banjir tersebut, tidak memakan korban jiwa dan merendam pemukiman penduduk. Hanya saja, jembatan yang memiliki panjang sekitar 13 meter dengan lebat 3 meter tersebut, tidak bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua maupun roda empat.
“Sekira pukul 20.00 WIB, air masih tetep meluap dan merendam badan jembatan. Kalau untuk rumah penduduk aman. Sehingga tidak ada warga yang dilakukan evakuasi,” pungkasnya.
Ditempat terpisah puluhan rumah di Desa Pasawahan dan Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi terendam banjir. Air meluap dari Kali Cibeber. Rumah warga yang terdampak luapan air dari Kali Cibeber berada di Kampung Sindang Palay, Rt (7/6) Desa Pasawahan, dan Kampung Cibeber Girang, Rt (1/4) Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug. Sebelumnya, wilayah sekitar Cicurug diguyur hujan cukup lebat. “Tinggi airnya hingga sekitar satu meter,” ujar Riki Riki Andrian kepada radarsukabumi.
Banjir seperti ini sering terjadi di dua kampung tersebut. Saluran air pada jembatan terlalu sempit, akibatnya meluap ke pemukiman. Warga sekitar mengaku sempat mengusulkan perbaikan gorong-gorong jembatan. Namun sampai saat belum ada perhatian dari pemerintah.
“Setiap hujan turun kami selalu was-was, khawatir air kali ini meluap. Pasti banjir. Kami sudah mengusulkan pemerintah untuk mengubah lobang jembatan ini agar lebih besar. Supaya jalannya air ketika hujan tidak tertahan dan mengakibatkan banjir,” kata Tedy.





