“Kami saat ini kebingungan untuk menagih upah itu harus kepada siapa, karena pihak perusahaan lagi di luar kota,” jelasnya.
Ia juga menuturkan, akibat tak dibayarnya upah tersebut, berdampak terhadap keharmonisan rumah tangganya. Sebab, hal tersebut sangat merugikan para pegawai dimana selama bekerja di proyek tersebut tidak bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga. “Karena persoalan ini sangat berdampak kepada rumah tangga saya dan yang lainnya,” tandas Gelar.
Karena itu, pihaknya meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi ikut turun tangan untuk menyikapi persoalan ini. Lantaran, banyak pegawai yang dirugikan dengan tidak dibayarnya upah tersebut sampai berdampak terhadap keharmonisan rumah tangga.
“Kami harap, walikota bisa turun tangan menyelesaikan persoalan upah para pegawai yang tak dibayar pihak perusahaan,” harapnya.
Ketika dikonfirmasi terkait persoalan tersebut melalui telpon seluler, Manager PT Mitra Gustina Nanda (MGN) Nurhaeni Rizal Santoso membantahnya. Pihaknya mengaku sudah tidak memiliki hutang piutang dengan para pegawai.




