“Kalau untuk luka goresan akibat bambu itu, sudah ditangani. Hanya saja, tim medis menyarankan agar korban dilakukan pengobatan tradisional atau di urut,” paparnya.
Pihaknya menambahkan, rumah tersebut telah ambruk lantaran kondsi kontruksi bangunan rumah yang memiliki luas sekitar 6 x 7 meter tersebut, sudah dalam keadaan lapuk atau masuk pada ketegori rumah tidak layak huni (Rutilahu).
“Iya, sehingga saat terjadi angin kencang, rumah itu langsung tiba-tiba ambruk. Untuk mengenai jumlah kerugian, belum kita inventarisir. Sebab, kita masih fokus pada penanganan korban,” pungkasnya. (Den/d)






