“Perusahaan akan kami panggil supaya mereka turut serta memperbaikinya. Minimal, pihak perusahaan menyediakan batu sementara mesin penggilasnya dari pemerintah,” akunya.
Diakui Asep, jalan yang kondisinya kian memprihatinkan ini selain karena tidak adanya pemeliharaan yang dilakukan pemerintah daerah, juga dampak dari kendaraan berat milik perusahaan yang setiap harinya melintasdi jalur tersebut dengan muatan over kapasitas.
Seperti kendaraan milik PT Jati Kawi Mandiri yang bergerak dalam bidang tambang pasir kuarsa, hampir setiap harinya mengangkut pasir untuk bahan baku semen.
Seorang tokoh masyarakat setempat, Lahudin (40), warga Kampung Sunggapan, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar mengatakan, aski penutupan jalan sepanjang 4 kilometer ini sebagai bentuk kekecewaan warga.
Lantaran, pemerintah daerah tidak kunjung juga melakukan perbaikan terhadap jalan yang kondisinya kini semakin memprihatinkan. “Aksi ini sudah berlangsung dua hari. Bahkan, pada malam hari warga menggelar aksi dengan membakar ban bekas,” jelas Lahudin.





