BERITA UTAMAPILPRES

Adu Program Tema Dasar Kesra Menuju Debat Cawapres (1)

×

Adu Program Tema Dasar Kesra Menuju Debat Cawapres (1)

Sebarkan artikel ini

Dengan KIP kuliah, anak dari keluarga yang tidak mampu bisa tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Jadi, kata dia, tidak ada lagi anak Indonesia yang kandas mengejar mimpi gara-gara tidak bisa kuliah.

Selain KIP kuliah, Jokowi akan mempercepat pemerataan penyediaan sarana-prasarana pendidikan di seluruh wilayah. Tidak hanya sekolah umum, kandidat petahana juga akan memberikan perhatian terhadap pendidikan madrasah dan pesantren.

Bank bjb Tandamata

Di sisi lain, pasangan calon Prabowo-Sandi memiliki sejumlah isu pendidikan yang ditawarkan kepada masyarakat di debat ketiga pilpres nanti. Calon wakil presiden Sandiaga Uno menyatakan, isu yang berkembang di tengah publik saat ini adalah masalah tenaga kerja honorer K-2 yang sulit mendapat pengangkatan. Bersama Prabowo, dia berkomitmen untuk mengangkat kesejahteraan tenaga honorer.

’’Kami sudah bertemu forum honorer dan juga guru honorer langsung selama terjun ke daerah. Tuntutan mereka adalah peningkatan status dan itu komitmen kami,’’ kata Sandi saat ditemui di Jakarta.

Sandi juga sempat berdialog dengan mantan Menteri Pendidikan Anies Baswedan. Salah satu poin dari pembicaraan tersebut adalah upaya pemerintah meningkatkan kualitas dan kompetensi guru. Namun, hal itu belum diimbangi dengan kesejahteraan yang merata. ’’Kalau sistem pendidikan ini menitikberatkan kepada kompetensi dan kualitas, guru akan meningkat kualitasnya kalau punya kesejahteraan,’’ ujar mantan Wagub DKI Jakarta itu.

Visi Indonesia Menang yang diusungnya bersama Prabowo juga mengutamakan pendidikan karakter bangsa. Sandi menyatakan, pendidikan di Indonesia ke depan tidak hanya mengutamakan kecerdasan, tapi juga penanaman moral ataupun akhlak kepada setiap generasi. ’’Artinya, pendidikan ke depan harus tuntas, berkualitas, dan juga berkarakter,’’ ujarnya.

Isu lain yang akan diangkat adalah integrasi antara dunia pendidikan dan industri. Menurut Sandi, dirinya banyak menemui di daerah pelajar lulusan SMK yang menganggur. Mereka sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka.

Karena itu, perlu ada kesinambungan dari pendidikan vokasi tersebut. Sandi menilai harus ada sinergi antara perkembangan sektor industri dan kebutuhan jumlah tenaga kerja. Dengan begitu, mereka yang dinyatakan lulus dari pendidikan kejuruan itu bisa mendapat pekerjaan yang cocok dan sesuai dengan tuntutan zaman. (lum/bay/c19/fat)