Kepada polisi, Zaizal Zainal mengaku video dalam YouTube itu dibuat sebagai bentuk curahan hatinya terhadap kekecewaan atas tidak diresponnya pengaduannnya kepada Presiden, Kapolri, maupun Kapolres.
Zaizal Zainal mengatakan, pengaduannya tersebut berisi tentang dirinya yang kerap diolok-olok oleh rekan kerjanya, serta tekanan dan intimidasi dari pimpinan di unit kerjanya.
Sementara itu terkait pistol yang diperlihatkannya dalam video, bukanlah senpi sesungguhnya.
Kepada petugas dia mengaku, pistol itu adalah korek api yang bentuknya menyerupai senpi yang dibeli seharga Rp300 ribu.
Ia sengaja memperlihatkan senpi korek api tersebut, untuk menakut-nakuti pihak yang pernah mengancamnya.






