Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Jabar akan memberikan insentif sebesar Rp50 ribu per hari kepada warga yang terlibat dalam program ini. “Upah ini lebih tinggi dari upah nyangkul di beberapa wilayah yang hanya Rp30 ribu. Tujuannya agar lebih banyak masyarakat yang terlibat,” tambahnya.
Jenis pohon yang akan ditanam mencakup kombinasi antara pohon hutan yang tidak bisa ditebang seperti caringin, jamuju, dan tanjung, serta tanaman produktif seperti petai, jengkol, dan nangka. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjaga kelestarian hutan, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi jangka panjang.
Untuk memperluas cakupan reboisasi, Dedi berencana menggandeng Perhutani guna memetakan kawasan hutan yang kosong atau kritis. “Besok juga saya akan undang Perhutani. Kita ingin tahu berapa areal kosong yang bisa kita tanami,” pungkasnya.(ndi/d)






