BERITA UTAMA

41 Pelajar Diamankan

Nyaris Tawuran Pasca Daftar SMK

CIBADAK, RADARSUKABUMI.com — Puluhan calon siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Tehnika Cisaat dan SMK Pertanian Cibada terpaksa harus berurusan kepolisian. Pasalnya, mereka hendak terlibat tawuran tepatnya di Jalan Raya Karangtengah, Kecamatan Cibadak.

Beruntung, warga bersama polisi melerai dan mengamankan pelajar dari dua sekolah tersebut.

Dari informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, kejadian bermula ketika puluhan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari beberapa kecamatan yakni, Kecamatan Nagrak, Kecamatan Ciambar, Kecamatan Bojonggenteng dan Kecamatan Kalapanunggal usai melakukan pendaftaran dari SMK Tehnika Cisaat dan SMK Pertanian. Namun, ketika di lokasi kejadian kedua gerombolan pelajar tersebut berpapasan dan terjadi saling ejek hingga aksi kejar-kejaran.

Kapolsek Cibadak, Kompol Suhardiman mengatakan, ke-41 pelajar SMP saat ini diamankan di Polsek Cibadak untuk diberikan pembinaan lebih lanjut.

“Mereka baru mau masuk SMK Tehnika Cisaat dan SMK Pertanian Cibadak dan sudah melakukan pendaftaran. Ketika di jalan, kedua calon siswa SMK tersebut berpapasan dan saling ejek hingga nyaris tawuran. Karena itu, kami bersama warga setempat langsung mengamankan para pelajar ini,” kata Suhardiaman kepada wartawan, kemarin (26/6).

Suhardiman menambahkan puluhan pelajar yang kini diamankan tidak akan dipulangkan sebelum orang tua atau gurunya menjemput ke Polsek Cibadak.

Loading...

Hal ini dilakukan, lantara untuk mangantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Ya, kami tidak akan memulangkan para pelajar ini kalau tidak langsung dijemput orang tua atau gurunya,” tandasnya.

Menurutnya, kejadian tersebut perlu dijadikan perhatian semua stakeholder khususnya orang tua siswa maupun guru agar lebih memperhatikan anak-anaknya.

“Pelajar saat ini perlu adanya pendampingan ketika hendak berangkat sekolah maupun pulang sekolah karena sangat berisiko ketika di perjalanan. Sedangkan, yang menjadi pemicu keributan salah satunya saling ejek,” paparnya.

Untuk mengantisipasi hal serupa sambung Suhardiman, pihaknya akan berkoordinasi dengan sekolah bersangkutan dan orang tua siswa.

Karena tidak dipungkiri, aksi tawuran pelajar kerap terjadi di wilayah tersebut.

“Untuk mengantisipasi hal ini, tentunya bukan hanya dari pihak kepolisian saja. Tetapi, perlu adanya perhatian dari semua elemen untuk menjaga kondusifitas lingkungan,” imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang saksi mata, Supriyanto (35) menjelaskan, para siswa itu mulanya saling ejek dan tunjuk.

Tak lama berselang, keduanya terlibat aksi saling kejar.

“Infonya, para pelajar itu mau pada daftar ke SMK yang berbeda. Di jalan ketemu, saling ejek, saling tunjuk, terus saling kejar,” jelanya.

Tak lama, lanjut Supriyanto, aparat kepolisian datang dan mengamankan para siswa tersebut, lalu dibawa ke Mapolsek Cibadak.

“Waktu saling kejar itu, tidak ada yang sampai jadi korban. Tidak kelihatan ada senjata tajam juga. Begitu ada polisi, langsung diamankan,” pungkasnya.

(bam/t)

Tags

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button