Dari 40 unit rumah penduduk ini, ujar Ofieq, mayoritas bangunan rumah yang rusak berada pada bagian atap bangunan. Seperti genting rusak terbawa angin puting beliing.
“Sementara, untuk jumlah kerugian materil belum kita ketahui secara pasti nominalnya. Sebab, kita bersama petugas gabungan masih fokus pada penanganan bencananya,” tandasnya.
Pihaknya menambahkan, setelah mengetahui kejadian bencana alam tersebut, ia bersama petugas gabungan dari TNI, Polri dan pemerintah desa serta pemerintah Kecamatan Gegerbitung, langsung bergegas ke lokasi kejadian. “Setiba di lokasi, petugas selain mengevakuasi material bangunan rumah warga yang rusak akibat tersapu puting beliung, juga mengevakuasi pohon-pohon yang tumbang akibat terbawa angin kencang itu,” pungkasnya. (den/d)






