Petugas gabungan itu akan selalu awasi setiap kegiatan, setiap tahapan-tahapan yang ada di TPS,” tandas Nasriadi.
Selain itu, Nasriadi mengintruksikan kepada anggota dilapangan untuk langsung melakukan pengamanan ketika terjadi hal-hal tak diinginkan yang terjadi pada proses tahapan Pemilu.
“Tentunya kami akan menindak tegas apabila ada yang mengganggu keamanan sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Menurutnya, adapun beberapa TPS yang dianggap rawan misalnya saja, TPS yang rawan bencana dan rawan intimidasi. Sebab itu, polisi siap menjaga kemanan pemilih.
“Kami siap mengamankan pemilih keluar dari rumah dan dari TPS setelah selesai memilih. Kita tidak akan menembak di tempat tapi kita akan amankan, kalau ada yang membahayakan jiwa kita akan tembak terukur.
Semua daerah memiliki kerawanan yang sama, sehingga semua betul-betul mengamankan TPS,” tutupnya. (bam/bal/t)






