BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

20 Pohon Damar di Situ Gunung Ditebang Pengelola Wisata, Kades : Mestinya Kami Menjaga Malah Merusak

×

20 Pohon Damar di Situ Gunung Ditebang Pengelola Wisata, Kades : Mestinya Kami Menjaga Malah Merusak

Sebarkan artikel ini
Sebanyak 20 pohon jenis damar (Agathis dammara) ditebang secara ilegal oleh PT Fontis Aqua Vivam yang merupakan pengelola wisata jembatan gantung.
KAWASAN WISATA : Sebanyak 20 pohon jenis damar (Agathis dammara) ditebang secara ilegal oleh PT Fontis Aqua Vivam yang merupakan pengelola wisata jembatan gantung diprotes warga. (Foto : Dok Radar Sukabumi)

“Pohon ditebang memang yang terdampak pada site perencanaan yang sudah ada. Itu sudah ada di dokumen perencanaan, kita juga ada tanggungjawab sekiranya pohon tersebut membahayakan pengunjung harus ditebang, tentunya melalui proses pengecekan dari teman-teman ahli bahwa pohon ini sudah lapuk atau kering,” kata Asep.

Bank bjb Tandamata

Dia mengungkapkan, luas ruang usaha di Situ Gunung ini sebesar 102 hektare. Kemudian, lahan yang boleh untuk fasilitas wisata 10,2 hektar.

“Yang sudah dieksekusi posisi terakhir itu 4,3 hektar. Jadi kemarin pun kami sudah buat site ke perusahaan bahwa kalau bisa jangan sampai 10 persen, cukup di angka 50 atau 60 persen. Perusahaan pun kalau melanggar dari dokumen perencanaan, perusahaan akan kita tindak tegas,” ujarnya.

Setelah menjalani diskusi yang cukup alot, masyarakat dan pihak perusahaan serta pengelola TNGGP sepakat untuk menghentikan sementara aktivitas penebangan pohon. Selain itu, perusahaan juga diwajibkan untuk menyediakan bibit pohon usai melakukan penebangan pohon.

“Menghentikan pemotongan-pemotongan pohon yang digunakan pembangunan. Kita sepakat saja sehingga konsep kita memang dari awal adalah pengembangan ekowisata secara lestari sehingga tidak banyak membuka lahan tetapi kita bergerak di bidang wisata menjual keindahan alam,” katanya.

“Perusahaan diwajibkan untuk penyiapan bibit, bibit sudah tersedia 5000 pohon dan itu sebagai pohon yang terdampak oleh adanya pengembangan wisata,” sambungnya.

Terkait pencemaran air yang terdampak imbas penebangan pohon, Asep menuturkan, pihak perusahaan sudah menyediakan buis beton (hong) untuk menghindari pencemaran air.

“Kalau itu dari mitra, sepengetahuan kami sudah ada upaya dari mitra memberikan bantuan hong agar tidak tercemar oleh aliran air dan sampah sehingga ditutup sama perusahaan kurang lebih sudah satu kilometer sehingga air ke masyarakat tidak tercemar,” tutupnya.(*)