Dengan kondisi alam dan Topografi Kabupaten Sukabumi memang sangat memungkinkan bencana gampang terjadi, dengan memiliki ketinggian 0 sampai-2.960 Mdpl, di wilayah utara pengunungan dan tengah dataran rendah dan selatan bergelombang sangat dimungkinkan bencana-bencana selalu merundungi Kabupaten Sukabumi.
Bahkan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) secara terbuka menyoroti langsung wilayah Kabupaten Sukabumi, menurutnya dengan banyaknya pembangunan dan penjarahan alam yang tidak seimbang membuat mempercepat bencana itu datang. “Sekarang kita lihat, ketika bencana itu terjadi apakah semuanya faktor alam atau memang alamnya diganggu dan dirusak demi kepetingan pengusaha, “jelas Perkampanye Walhi Jabar Dedi Kurniawan
Dirinya bahkan secara tegas bahwa eksploitasi wilayah Sukabumi cukup tinggi, banyak perusahaan yang berhubungan langsung dengan alam seperti tambang, terus lagi pengambilan panas bumi, pabrik semen dan kegiatan perusahaan lainnya yang mengabaikan lingkungan bisa mempercepat bencana dan kerusakan lingkungan. Bukan, rahasia jika suatu wilayah sering terjadi bencana itu akibat dari ulah manusia.
“Jika tidak ada apakah pohon itu tetap tumbuh, kalau longsor terjadi jelas ketika tanah gambur dan tidak ada penahannya seperti pohon maka yang terjadi adalah longsor. Kami juga sangat disayangkan, semakin majunya kehidupan manusia maka semakin rusaknya alam ini, “terangnya.
Lebih lanjut dirinya mengatakan jika bahaya bencana sudah dipetakan oleh pemerintah, seharusnya pemerintah lebih kepada pencegahan dengan tidak mengizinkan lagi perusahaan yang berhubungan langsung dengan alam. Atau lagi pemerintah berkoordinasi dengan kementrian yang berhubungan langsung jika terjadi perusakan alam di wilayahnya. “Tidak dibenarkan dengan alasan apapun jika pembangunan berlanjut dan abai terhadap lingkungan, “tukasnya.
Sementara itu, gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,8 terjadi di Tasikmalaya, Jawa Barat. Pusat gempa berada di 62 kilometer Barat Daya Tasikmalaya. Dari situs resmi BMKG disebutkan gempa terjadi Senin (7/1) pukul 22.04 WIB. Titik koordinat gempa berada di 8,15 lintang selatan dan 107,88 bujur timur. Kedalaman gempa tercatat 21 kilometer. Getaran terasa dengan skala II-III MMI (Modified Mercalli Intensity) di sejumlah wilayah, seperti Sukabumi, Garut, dan Ciamis.
Informasi soal gempa ini juga dicuitkan oleh Kapusdatin Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui akun Twitternya. Sutopo mengatakan gempa tidak berpotensi tsunami dan dirasakan ringan oleh masyarakat sekitar.
“Gempa dirasakan ringan oleh masyarakat sekitarnya. Tidak ada korban jiwa dan kerusakan. Tidak berpotensi tsunami. BPBD masih melakukan pemantauan,” tulis Sutopo di akun Twitternya @Sutopo_PN. (hnd)






