10 Bangunan Permanen di Jalur Lingkar Selatan Sukabumi Terancam Dibongkar

  • Whatsapp
Satpol PP Kota Sukabumi saat mendampingi Satpol PP Provinsi Jabar melakukan operasi Gakperda di Jalan Jalur Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, Jumat (16/10).

SUKABUMI — Sebanyak 10 bangunan permanen di Jalan Jalur Lingkar Selatan, terancam dibongkar lantaran menggunakan sebagian lahan milik Provinsi Jawa Barat (Jabar), Jumat (16/10). Dalam hal ini Satpol PP Kota Sukabumi hanya melakukan pendampingan operasi penegakan Perda Provinsi Jabar.

Dalam operasi yang diikuti Bina Marga Provinsi Jawa Barat dan DPMTSP Kota Sukabumi ini, petugas menyisir sejumlah bangunan permanen yang menggunakan sebagian lahan milik Pemprov Jabar.

Bacaan Lainnya

“Hasil oprasi kali ini terdapat 10 bangunan permanen yang menggunkan lahan milik Pemprov Jabar,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Penegak Perda (Gakda) Satpol PP Kota Sukabumi, Sudrajat kepada Radar Sukabumi, Jumat (16/10).

Dalam operasi kali ini, lanjut Sudrajat, petugas hanya memberikan teguran kepada pemilik bangunan yang menggunakan lahan Premprov Jabar.

Karena hal itu jelas melanggar aturan sesuai dengan Perda Provinsi Jawa Barat nomor 3 tahun 2019 Tentang Garis Sempadan Jalan.

“Jika memang pemilik rumah ini masih tidak membongkar maka petugas yang akan melakukan pembongkaran tersebut. Karena tidak boleh ada rumah yang menggunakan lahan milik Pemprov Jabar,” ujarnya.

PENDAMPINGAN: Satpol PP Kota Sukabumi saat mendampingi Satpol PP Provinsi Jabar melakukan operasi Gakperda di Jalan Jalur Lingkar Selatan, Kota Sukabumi, Jumat (16/10).

Menurut Sudrajat, dalam membangun rumah seharusnya warga terlebih dulu membuat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sehingga tidak melanggar aturan yang ada.

“Kebanyakan tidak ada IMB nya. Maka dari itu, warga diminta untuk terlebih dulu membuat IMB ketika membangun,” paparnya.

Sudrajat menghimbau, bagi warga yang hendak membangun rumah agar tidak menggunakan lahan milik pemerintah.

“Kalau ada yang membandel tentunya kami akan menindak secara tegas sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkasnya. (bam/e)

Pos terkait

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *