Advetorial

Sopir Angkot 03 Mogok Beroperasi, Dishub Kerahkan Tiga Armada Bus

×

Sopir Angkot 03 Mogok Beroperasi, Dishub Kerahkan Tiga Armada Bus

Sebarkan artikel ini
Dishub Kota Sukabumi
Dishub Kota Sukabumi saat memberikan pelatihan kepada para sopir angkot di Terminal Tipe A Kota Sukabumi, Rabu (24/5).

SUKABUMI – Sejumlah sopir angkot trayek 03 jurusan Lembursitu–Odeon Kota Sukabumi, menggelar aksi mogok beroperasi pada Selasa 30 April 2025 lalu. Hal itu, dilakukan untuk meminta agar angkutan AKDP Elf jurusan Sukabumi–Surade, Cikangkung, Kalibunder, Lengkong, dan Sirnasari kembali diberangkatkan dari Lembursitu. Pasalnya, sejak 2001 angkutan dipindahkan ke Terminal KH Ahmad Sanusi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Imran Wardhani mengatakan, aksi ini bukan penolakan, melainkan dorongan agar rute AKDP kembali ke titik awal semula. “Adapun penumpang yang hendak ke Terminal Ahmad Sanusi pun tetap dapat diantar oleh angkot. Untuk mengantisipasi gangguan layanan akibat mogok, Dishub mengoperasikan tiga bus dari Odeon ke Lembursitu pulang-pergi secara bergilir,” kata Imran kepada wartawan, belum lama ini.

Bank bjb Tandamata

Imran menerangkan, pengoperasian bus Dishub berlangsung selama trayek 03 belum kembali berjalan. “Armada ini disiagakan terutama pada jam sibuk antara pukul 09.00 hingga 13.00 WIB, saat terjadi lonjakan penumpang, seperti jam pulang sekolah dan kantor,” paparnya.

Adapun, wilayah terdampak akibat tidak beroperasinya trayek 03 meliputi kawasan Jalan Merdeka ke bawah hingga Lembursitu, seperti Gedung Korpri, Kadulawang, Jeruk Nyelap, Al Mulk, SMPN 13, Salagedang, dan Situendah. “Sementara itu, trayek angkot lain seperti 21 dan 21A yang melayani Cikundul dan Cicadas tetap berjalan untuk rute Jalan Merdeka ke atas,” ucapnya.

Ia menerangkan, Dishub telah tiga kali mengadakan pertemuan untuk membahas persoalan ini, termasuk dengan pihak Provinsi Jawa Barat. Terakhir, pertemuan dengan provinsi digelar pada Jumat, 25 April. Salah satu opsi solusi adalah peningkatan status terminal di Lembursitu menjadi tipe B, yang perlu diajukan secara resmi oleh kepala daerah ke gubernur. “Namun hingga kini belum tercapai kesepakatan dengan pihak AKDP yang masih memilih berangkat dari Terminal Ahmad Sanusi,” cetusnya.

Di sisi lain, ada kekhawatiran dari sopir Elf akan kehilangan penumpang jika berpindah lokasi. “Kami akan terus upayakan solusi yang seimbang dan bisa diterima oleh semua pihak,” tutupnya. (Bam)