SUKABUMI – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi, mencatat selama Januari hingga Februari 2025 melakukan penayangan klarifikasi kabar hoaks sebanyak 25 kasus.
Pranata Humas, Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), pada Diskominfo Kota Sukabumi, Riksan Satya Prawira menjelaskan, dari jumlah total kabar hoaks tersebut rinciannya yakni, 11 pada Januari dan 14 terjadi pada Februari. “Kalau melihat dari data yang ada, selama dua bulan kami sudah melakukan penayangan klarifikasi 25 kabar hoaks,” jelas Riksan kepada wartawan, Selasa (18/3).
Riksan menerangkan, adapun sebanyak 8 hoaks sifatnya lokal. Yakni, tujuh konten peniru atau imposter content, yaitu penipuan melalui whatsapp mengatasnamakan tujuh orang camat, dan satu lagi terkiat dengan konten menyesatkan mengenai video pocong di Cikundul. “Alhamdulillah, kami telah melakukan upaya untuk memutus penyebaran kabar hoak tersebut. Salah satunya, menayangkan informasi berisi cek fakta yang berasal dari keterangan narasumber yang berwenang. Seperti mencatut nama tujuh camat tersebut,” terangnya.
Sedangkan, upaya lain yang terus dilakukan untuk terus mengcounter berita hoaks, salah satunya dengan melakukan gerakan literasi digital kepada masyarakat, dan ke seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Dengan gerakan literasi digital, kita berikan pemahaman mana berita hoaks atau bohong dan mana juga berita yang bukan hoaks,” jelasnya.
Pihaknya menghimbau, masyarakat selalu bijak dalam menyikapi setiap kabar yang beredar, dan diterima melalui berbagai platform digital. Selain itu juga, agar terhindar dari kabar hoaks dapat dilakukan beberapa langkah. Seperti, selalu memeriksa sumber satu informasi, tidak terprovokasi judul provokatif, memastikan kredibilitas satu sumber informasi, dan tidak mudah membagikan satu informasi tanpa mengecek keabsahan informasi tersebut. “Masyarakat, lebih baik mengecek dulu kebenaran informasi yang diterima, sebelum di share kembali ke yang lain,” ucapnya.
Ia menambahkan, Diskominfo akan terus meluruskan informasi-informasi hoaks tersebut. Terutama yang menyangkut dengan nama Pemkot Sukabum dan terus mencari kabar hoax yang menjadi trendi, atau sedang beredar yang dapat meresahkan masyarakat. “Kami akan terus mengcounter kabar bohong yang beredar di Kota Sukabumi,” tutupnya. (Bam)






