SUKABUMI, RADARSUKABUMI.comn, — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Musim ( KAMMI) Kota Sukabumi menggelar aksi simpatik atas meninggalnya ratusan pejuang demokrasi pada Pemilu 2019.
Sebelum tiba di Kantor KPU Kota Sukabumi, puluhan mahasiswa tersebut melakukan long march dari Alun- Alun Kota Sukabumi melewati Jalan Ahmad Yani dan Jalan Otista sambil membawa atribut bendera dan spanduk yang bertuliskan ‘Duka Cita Pemilu 2019’.
Ketua KAMMI Kota Sukabumi, Oksa Bachtiar Camsyah mengatakan kegiatan aksi damai ini sebagai bentuk keprihatinan dan solidaritas atas meninggalnya para pejuang demokrasi pada Pemilu 2019 ini.
“Kami sangat perihatin melihat pemilu 2019 ini banyak sodara kita yang meninggal.
Melalui kegiatan ini bukti keprihatinan dan solidaritas kita,” ujarnya.
Dalam aksinya, Mahasiswa pun memasangkan pita hitam kepada komisioner KPU Kota Sukabumi dan juga pihak kepolisian yang sedang bertugas di wilayah tersebut.
Selain itu bendera kuning merupakan identitas orang yang sedang berduka cita dipasangkan dipagar kantor KPU Kota Sukabumi.
“Itu simbol rasa keprihatinan kami kepada pejuang yang berguguran,” ungkapnya.
Pihaknya tidak mempermasalahkan mengenai penyebab kematian para pejuang demokrasi tersebut.
Biarkan pihak yang berwenang untuk mengurusi permasalahan tersebut.
“Kita tidak masuk ke ranah sana, biarkan pihak yang berwenang. Yang jelas kami prihatin,” pungkasnya.
Sementara itu, Komisioner KPU Kota Sukabumi, Sri Utami berterima kasih atas perhatian dan kepedulian mahasiswa kepada rekan – rekan KPU Kota Sukabumi.
Utami sangat mengapresiasi aksi damai ini.
“Aksi Damai ini duka cita ini untuk temen temen kami yang meninggal dunia,” ungkapnya.
Data yang dihimpun KPU ada sebanyak 3 orang pejuang demokrasi yang berguguran, yakni Petugas TPS, KPPS dan PAMsung.
Sedangkan untuk yang sakit karena bertugas yakni sebanyak 35 orang.
“Alhamdulillah KPU pusat akan memberikan santunan kepada para pejuang demokrasi yang berguguran dan pemerintah pun akan membiayai anak-anak korban dari segi pendidikan dan dan juga santunan,” pungkasnya.
(bal)




