RADARSUKABUMI.com, SURABAYA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya selama 2018 telah menemukan 7.007 kasus penyakit tuberkulosis (TB). Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Surabaya dr Mira Novia MKes mengatakan, pihaknya tidak bekerja sendiri.
Mereka bersinergi dengan dinas sosial, puskesmas, rumah sakit, dan para kader TB. Dinas sosial bertugas memberikan makanan tambahan bagi penderita TB.
Puskesmas dan RS bertugas memberikan pengobatan. Adapun kader bertugas mendatangi satu per satu warga yang diidentifikasi mengidap TB.
“Kader-kader tersebut antara lain berasal dari kecamatan, kelurahan, dan organisasi Aisyiyah,” terang Mira. Dalam penanganan TB yang telah dilaksanakan Kota Surabaya, pemerintah telah mencanangkan program Cak dan Ning 1-20.
Itu merupakan program lacak dan skrining pengidap TB. “Setiap ada 1 pengidap TB, 20 orang di sekitarnya akan kami skrining juga,” terang dia.
Sebab, satu orang yang menderita TB bisa menularkan bakterinya melalui udara. Yakni, saat berbicara atau bersin. Karena itu, dahak warga di sekitar penderita juga harus diperiksa.





