SUKABUMI— Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat strategi penanganan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) melalui pengembangan kewirausahaan, penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta pengembangan ekosistem ekonomi kreatif. Langkah ini menjadi fokus Pokja 3 Tim Penanganan TPT Kota Sukabumi.
Forum tersebut dinilai penting untuk menyatukan berbagai program lintas perangkat daerah agar penanganan pengangguran tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kepala Bappeda Kota Sukabumi, Hasan Asyari, menegaskan penguatan UMKM dan ekonomi kreatif merupakan strategi penting dalam menciptakan lapangan kerja baru di tengah keterbatasan sumber daya daerah. “Penanganan pengangguran tidak cukup hanya dengan membuka lapangan kerja formal. Kita juga perlu mendorong masyarakat agar mampu menciptakan peluang usaha dan mengembangkan kewirausahaan,” ujarnya kepada Radar Sukabumi, Minggu (26/7).
Menurut Hasan, UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian sekaligus menyerap tenaga kerja. “Pelaku usaha perlu mendapatkan dukungan yang tidak hanya berupa pelatihan, tetapi juga akses pembiayaan, pemasaran, pendampingan, hingga pemanfaatan teknologi digital,” jelasnya.
Ia menambahkan, ekonomi kreatif juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kota Sukabumi. Kreativitas masyarakat, inovasi, serta kemampuan memanfaatkan teknologi diharapkan dapat melahirkan usaha baru yang mampu bertahan dan berkembang. “Yang kita dorong adalah bagaimana UMKM bisa naik kelas, memiliki daya saing, dan mampu membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lainnya,” tegasnya.





