SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmen mendalam untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian para lanjut usia (lansia). Langkah strategis ini diharapkan mampu menekan tingginya angka sandwich generation di wilayah Kabupaten Sukabumi.
Hal tersebut mengemuka dalam puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tingkat Kabupaten Sukabumi yang digelar di Hotel Sukabumi Indah, Kecamatan Sukabumi, Rabu (15/7). Kegiatan yang digagas Dinas Sosial ini dihadiri jajaran pemerintah daerah, perwakilan Lembaga Lansia Indonesia (LLI), serta ratusan perwakilan lansia se-Kabupaten Sukabumi.
Bupati Sukabumi, Asep Japar, menyebut jumlah populasi lansia di Kabupaten Sukabumi saat ini menembus hampir 400.000 jiwa. Ia berharap momentum HLUN menjadi pengingat agar lansia senantiasa menjaga kesehatan dan tetap produktif.
“Faktor usia bukan halangan mutlak untuk tetap produktif. Banyak lansia yang fisiknya masih kuat. Karena itu, kami imbau agar lebih proaktif, tidak hanya berdiam diri di rumah, tetapi ikut aktif dalam kegiatan positif,” ujarnya.
Menanggapi keluhan terkait jaminan kesehatan, Asep menegaskan komitmen Pemkab Sukabumi untuk segera melakukan reaktivasi kartu kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan milik lansia yang sempat dinonaktifkan.
“Kami pastikan seluruh lansia mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang layak tanpa ada yang terlewat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Bambang Widyantoro, menyoroti kaitan erat antara kemandirian lansia dengan ketahanan ekonomi keluarga. Ia menyebut sekitar 60–70 persen angkatan kerja saat ini tergolong sandwich generation yang menanggung beban finansial dua generasi sekaligus.“Jika lansia berdaya dan mandiri, mereka tidak akan menjadi beban tambahan bagi anak-anaknya. Dengan begitu, beban sandwich generation otomatis berkurang,” jelasnya.



