JAKARTA — Sebanyak 15 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi bergabung dalam Women’s Empowerment Principles (WEPs) Corporate Action Lab Indonesia Cohort 2 yang digagas UN Women bersama PT Danantara Asset Management dengan dukungan Pemerintah Australia. Program ini menuntut BUMN tidak sekadar menandatangani komitmen, tetapi mengubahnya menjadi kebijakan nyata yang berdampak langsung pada pekerja.
Langkah ini muncul di tengah sorotan publik terhadap budaya kerja BUMN yang kerap dianggap masih hierarkis dan kurang ramah terhadap keberagaman. Peluncuran Danantara Respectful & Inclusive Workplace Playbook menjadi kerangka kerja yang diharapkan mampu menembus sekat birokrasi dan menjadikan inklusivitas sebagai bagian dari arsitektur kinerja.
“Playbook ini bukan dokumen kepatuhan, melainkan instrumen untuk memastikan respect, inclusion, fairness, dan well-being masuk ke dalam tata kelola dan indikator bisnis,” tegas Agus Dwi Handaya, Managing Director Human Capital Danantara Indonesia.
Wahyu Setyawan, Deputi SDM dan Keberlanjutan BUMN, menambahkan bahwa tantangan global menuntut BUMN membuka ruang bagi inovasi, perspektif perempuan, generasi muda, hingga penyandang disabilitas. “Kebijakan inklusif harus hidup sebagai budaya kerja, bukan sekadar lembaran kebijakan,” ujarnya.



