SUKABUMI – Aula megah Nusa Putra University dipenuhi wajah-wajah penuh harapan. Senyum para wisudawan bercampur dengan rasa haru keluarga yang hadir, menjadikan prosesi wisuda kali ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan momentum penting dalam perjalanan hidup.
Pada sidang senat terbuka wisuda terbaru, Pemerintah Kabupaten Sukabumi turut hadir melalui Sekretaris Daerah, Ade Suryaman, yang mewakili Bupati Sukabumi. Kehadiran pemerintah daerah memberi makna lebih: bahwa setiap lulusan perguruan tinggi adalah bagian dari strategi besar pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Ade Suryaman menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya wisuda sekaligus pengukuhan guru besar di lingkungan kampus. “Dengan wisuda para sarjana dan juga pengukuhan guru besar, kita berharap seluruh lulusan dapat memberikan kontribusi dalam pengabdian kepada masyarakat. Termasuk guru besar yang baru dikukuhkan, diharapkan terus meningkatkan keilmuan dan memberi sumbangsih bagi daerah, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Visi pembangunan Kabupaten Sukabumi yang maju, unggul, berbudaya, dan mubarokah, menurutnya, tidak bisa dilepaskan dari peran perguruan tinggi. Lulusan sarjana dan magister diharapkan menjadi motor penggerak inovasi, riset terapan, dan pengabdian masyarakat. “Keberadaan lulusan perguruan tinggi akan menjadi salah satu motor penting dalam mewujudkan visi tersebut,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi. Nota kesepahaman (MoU) yang sudah berjalan diharapkan semakin diperluas dalam bentuk program nyata di lapangan. “Kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Sukabumi dan Nusa Putra sudah berjalan melalui MoU. Ke depan perlu lebih ditingkatkan, khususnya dalam pelaksanaan penelitian dan program pengabdian seperti KKN di kecamatan-kecamatan. Ini akan berdampak langsung dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Suasana wisuda semakin khidmat ketika para wisudawan menerima ijazah, simbol perjalanan panjang yang penuh perjuangan. Tepuk tangan bergemuruh, bukan hanya sebagai tanda kebanggaan, tetapi juga sebagai doa agar mereka mampu menjawab tantangan zaman.




