KABUPATEN SUKABUMI

Dari Mekarsari ke Cijolang: Jalan Baru, Harapan Baru

×

Dari Mekarsari ke Cijolang: Jalan Baru, Harapan Baru

Sebarkan artikel ini
Kegiatan ini menjadi bagian vital dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0607/Kota Sukabumi Tahun Anggaran 2026.

SUKABUMI – Deru mesin pengaduk semen memecah keheningan di perbatasan Kampung Mekarsari dan Kampung Cijolang, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar. Di bawah terik matahari, puluhan personel TNI bahu-membahu bersama warga. Bukan dalam misi tempur, melainkan misi kemanusiaan: merajut asa melalui pengecoran jalan sepanjang 200 meter.

Bank bjb Tandamata

Kegiatan ini menjadi bagian vital dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 0607/Kota Sukabumi Tahun Anggaran 2026. Selama bertahun-tahun, akses antara kedua kampung ini bak jalur terlupakan. Saat musim hujan, jalan yang berlumpur kerap memutus interaksi warga, menghambat mobilitas ekonomi, bahkan menyulitkan anak-anak menuju sekolah.

Komandan Kompi Satgas TMMD, Kapten Arm Andriono, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar mengejar target waktu. “Kami tidak ingin membangun sesuatu yang hanya bertahan satu atau dua tahun. Dengan metode pres beton, kami memastikan kualitas dan ketahanan jalan maksimal agar mobilitas ekonomi warga tidak lagi terhambat oleh infrastruktur yang ringkih,” ujarnya.

Pemilihan material berkualitas tinggi dilakukan agar jalan mampu menopang beban kendaraan pengangkut hasil bumi, yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat. Bagi warga Mekarsari dan Cijolang, jalan yang kini mulai mengeras menjadi beton adalah simbol kemajuan. Akses pendidikan bagi anak-anak sekolah yang dulunya harus berkubang lumpur kini lebih singkat dan nyaman. Begitu pula layanan kesehatan, ambulans atau kendaraan medis kini tak perlu lagi ragu masuk ke wilayah mereka.

“Ini adalah bentuk nyata kepedulian kami terhadap kesulitan masyarakat di pedesaan. TNI hadir bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan, tapi sebagai motor pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar rakyat,” tambah Andriono.