SUKABUMI – Suasana Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Jalan Ahmad Yani, belum lama ini dipenuhi semangat baru. Bupati Sukabumi, Asep Japar, didampingi Wakil Bupati Andreas dan Sekda Ade Suryaman, meresmikan operasional mobil SABUMI (Sabilulungan untuk Harga Stabil Kabupaten Sukabumi).
Peluncuran ini bukan sekadar menghadirkan armada operasional, melainkan simbol strategi baru pemerintah daerah dalam menghadapi tekanan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, SABUMI lahir dari kolaborasi sektor publik dan swasta, menjadi bukti bahwa inovasi bisa hadir dari kebersamaan.
“Mobil Sabumi ini hanya disubsidi pemerintah daerah dalam bentuk kendaraan. Sedangkan bahan pokok yang dijual murah serta biaya operasionalnya murni dari pembiayaan pihak swasta. Kita harus lebih inovatif mencari sumber anggaran alternatif,” tegas Bupati Asep Japar di hadapan jajaran pejabat dan pimpinan BUMD.
Sejumlah entitas besar ikut menyokong gerakan ini, mulai dari BJB Palabuhanratu, PT Jamkrindo, BPR Sukabumi, Perumda AMTJM, LKM Sukabumi, hingga Perumda Pesona Pariwisata. Kolaborasi ini menjadi pilar utama menjaga stabilitas harga di tengah fluktuasi pasar.
Mobil SABUMI dirancang sebagai payung besar yang mengintegrasikan berbagai program lintas dinas, seperti Operasi Pasar Murah (OPM) dari Dinas Ketahanan Pangan, Gerakan Pasar Murah (GPM), dan Operasi Pasar Barang Bersubsidi dari Disdagin. Fokus utamanya adalah memperluas jangkauan pasar murah ke daerah-daerah rawan pangan dan sulit dijangkau akses pasar konvensional.
“Mobil ini dirancang untuk menjemput bola. Kita ingin memastikan masyarakat di pelosok mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” jelas Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Sukabumi, Yana Chefiana.
Selama Ramadan, mobil SABUMI akan bergerak ke minimal 20 titik lokasi. Sepuluh titik mengikuti agenda Muhibah Ramadhan Bupati dan Wakil Bupati, sementara sepuluh titik lainnya ditentukan berdasarkan usulan camat atau kepala desa.





