SUKABUMI – Ancaman penyakit menular, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD), masih menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi. Upaya pencegahan terus digencarkan melalui edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap gejala awal penyakit.
Kepala Dinkes Kota Sukabumi, Ida Halimah, menegaskan pencegahan adalah kunci utama dalam menekan penyebaran penyakit menular yang sebagian besar dipicu faktor lingkungan dan perilaku masyarakat. “Upaya pencegahan penyakit menular terus kami dorong, terutama melalui edukasi agar masyarakat menerapkan PHBS. Ini prinsip paling penting dalam pengendalian penyakit, termasuk DBD yang ditularkan nyamuk,” kata Ida, Selasa (3/2).
Selain DBD, Ida menyebut tuberkulosis (TB) juga menjadi perhatian besar Dinkes. Pada 2025, penemuan kasus TB dan tingkat kesembuhan menjadi fokus utama agar penularan dapat ditekan dan kualitas kesehatan masyarakat meningkat. “Kasus TB menjadi concern besar kami. Penemuan kasus dan angka kesembuhan terus kami dorong supaya keberhasilan pengendalian TB bisa meningkat,” ujarnya.
Ida mengingatkan, DBD sebenarnya bisa dicegah jika penanganan dilakukan sejak dini. Namun, keterlambatan dapat berakibat fatal hingga berujung kematian, terutama saat pasien memasuki fase kritis. “DBD ini penyakit yang bisa dicegah. Tapi kalau terlambat ditangani, dampaknya bisa sangat serius. Karena itu pencegahan harus segera dilakukan,” tegasnya.






