SUKABUMI — Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Sukabumi terus menggencarkan sosialisasi program kerja ke luar negeri bertajuk Be Star International (Bestari). Program ini merupakan skema bimbingan dan penempatan tenaga kerja profesional ke mancanegara, yang dirancang untuk menekan angka pengangguran sekaligus mencegah praktik penempatan tenaga kerja ilegal.
Kepala Disnaker Kota Sukabumi, Punjul Saepul Hayat, menjelaskan bahwa Bestari hadir untuk memastikan warga yang bekerja ke luar negeri memiliki keterampilan, kompetensi, dan profesionalisme yang memadai agar dapat memperoleh penghasilan layak.
“Sosialisasi tidak hanya dilakukan di Kecamatan Citamiang, tetapi juga menyasar Baros, Warudoyong, dan Cibeureum,” ujar Punjul, Kamis (25/12).
Langkah ini bertujuan agar informasi program menjangkau masyarakat secara lebih luas. “Kami ingin memberangkatkan tenaga kerja yang profesional dan terampil, sehingga di negara tujuan mereka bisa mendapatkan penghasilan besar,” tambahnya.
Punjul menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah kecamatan dan kelurahan agar program Bestari tersosialisasi secara maksimal. “Pengurangan angka pengangguran adalah persoalan mendesak yang harus ditangani secara kolaboratif oleh seluruh elemen pemerintah,” tegasnya.
Program Bestari merupakan salah satu program unggulan Wali Kota Sukabumi. Pada tahun 2026, Disnaker menargetkan pemberangkatan 3.500 tenaga kerja ke sejumlah negara tujuan seperti Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura.






