SUKABUMI — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cisarua 03, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, mencatatkan capaian membanggakan setelah berhasil mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Hal itu, menandakan seluruh proses pengolahan dan penyajian makanan di unit layanan telah memenuhi standar kebersihan dan kesehatan yang ditetapkan pemerintah.
Kepala SPPG Cisarua 03, Muhammad Habibie Billah Al Faqih menjelaskan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang berkomitmen menjaga mutu pelayanan dan keamanan pangan bagi masyarakat. “Alhamdulillah, pencapaian ini menjadi bukti bahwa SPPG kami benar-benar memperhatikan aspek higienitas dan sanitasi dalam setiap tahap penyajian makanan bergizi,” jelas Habibie kepada Radar Sukabumi, Kamis (6/11).
Menurut Habibie, proses penilaian SLHS dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan ketat, mulai dari kondisi dapur, alat masak, penyimpanan bahan makanan, hingga tata cara penyajian. “Kami terus berupaya menerapkan standar terbaik, karena pelayanan gizi bukan hanya soal rasa dan nilai nutrisi, tetapi juga jaminan keamanan pangan bagi penerima manfaat,” jelasnya.
Ia menambahkan, sertifikasi ini menjadi motivasi bagi SPPG Cisarua 03 untuk terus meningkatkan pelayanan, terutama dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Pemerintah Kota Sukabumi. “Kami ingin memastikan bahwa setiap menu yang disajikan tidak hanya lezat dan bergizi, tapi juga aman dikonsumsi,” ujarnya.
Habibie juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kota Sukabumi dan tim pengawas yang telah memberikan pendampingan selama proses sertifikasi berlangsung. “Kolaborasi lintas sektor ini sangat penting agar standar pelayanan gizi di Kota Sukabumi terus meningkat,” tuturnya.
Dengan diperolehnya SLHS ini, SPPG Cisarua 03 menjadi salah satu contoh penerapan praktik higienis di lingkungan pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. “Langkah ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi satuan pelayanan lain untuk terus berbenah dalam mewujudkan pelayanan gizi yang aman, sehat, dan berkualitas,” pungkasnya. (Bam)






