SUKABUMI – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya pohon tumbang dengan melakukan mitigasi di sejumlah titik rawan. Salah satu lokasi yang menjadi fokus adalah sepanjang Jalan Bhayangkara, yang merupakan jalur padat lalu lintas dan aktivitas warga.
Kepala Seksi Pertamanan DPUTR Kota Sukabumi, Fajar Rahmansyah, menjelaskan bahwa mitigasi dilakukan terhadap sembilan pohon yang dinilai berisiko tinggi. Rinciannya, tujuh pohon jenis bungur dan dua pohon mahoni yang tumbuh terlalu rapat serta dipenuhi gulma.
“Minggu ini kami lakukan mitigasi di area Jalan Bhayangkara. Ada tujuh pohon bungur dan dua pohon mahoni yang kondisinya cukup mengkhawatirkan karena tumbuh terlalu rapat dan banyak ditumbuhi gulma,” ujar Fajar kepada Radar Sukabumi, Selasa (8/7).
Lebih lanjut, Fajar mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan adanya serangan serangga penggerek kayu atau ulam yang bersarang di bagian dalam batang pohon. Serangga ini dapat merusak struktur kayu dari dalam, membuat pohon menjadi rapuh, kering, dan berisiko tumbang sewaktu-waktu.
“Kami temukan banyak ulam di dalam batang pohon. Serangga ini bisa menyebabkan pohon mati secara perlahan dan menjadi sangat rentan tumbang, terutama saat hujan deras disertai angin kencang,” jelasnya.
Kondisi ini dinilai cukup membahayakan, terutama bagi pengguna jalan dan warga sekitar. Oleh karena itu, DPUTR mengambil langkah cepat dengan memangkas dan merapikan pohon-pohon tersebut sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko.






