JAKARTA – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) saat ini makin berdarah-darah hingga menembus level di atas Rp 14.000. Menurut Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, ada dua hal yang bisa menjadi penyelamat Rupiah dari jeratan tekanan dolar.
Pertama, Tito mengatakan, dengan dengan menaikkan suku bunga acuan BI 7 Days Repo Rate. Pasalnya, Tito menjelaskan, melalui langkah ini bisa menjadi sentimen ke pasar saham tanah air.
“Pertama, masih ada uncertainty di trading dunia dan harus diakui di Indonesia sendiri,” ujarnya saat ditemui di Bursa Efek Indonesia.
Sehingga, menurutnya, satu cara untuk meningkatkan permintaan Rupiah, lanjut Tito, mau tidak mau Bank Indonesia (BI) harus menaikkan suku bunga acuan. Menurutnya, kondisi pasar saham Indonesia pada saat ini cukup tangguh.
Tito mengatakan, karena beberapa bank sudah lebih dulu menaikkan suku bunga perbankan. Bila BI memutuskan meningkatkan suku bunga acuan, kenaikan itu dia yakini juga tidak akan memengaruhi pandangan orang terhadap pasar saham.
“Kenaikan interest rate oleh BI tidak akan lagi mempengaruhi pandangan orang akan saham, karena itu sudah restore in,” imbuhnya.





