KOTA SUKABUMI

Antisipasi Gagal Tanam, Pemkot Sukabumi Tangani Bendungan Cipelang

×

Antisipasi Gagal Tanam, Pemkot Sukabumi Tangani Bendungan Cipelang

Sebarkan artikel ini
PENINJAUAN: Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sukabumi, Sony Hermanto saat melakukan peninjauan bendungan di Sungai Cipelang, Kelurahan/Kecamatan Lembursitu, Kamis (12/6). (Foto: BAMBANG/RADARSUKABUMI)
PENINJAUAN: Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sukabumi, Sony Hermanto saat melakukan peninjauan bendungan di Sungai Cipelang, Kelurahan/Kecamatan Lembursitu, Kamis (12/6). (Foto: BAMBANG/RADARSUKABUMI)

SUKABUMI — Antisipasi Gagal Tanam, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sukabumi, kembali melakukan langkah nyata dalam mendukung sektor pertanian melalui penanganan Bendungan Cipelang 7 di wilayah Warungkalapa, Kelurahan/Kecamatan Lembursitu. 

Kepala Dinas PUPR Kota Sukabumi, Sony Hermanto menjelaskan, bendungan ini memiliki peranan penting dalam mengairi persawahan seluas 13 hektar yang sangat bergantung pada aliran air dari bendungan tersebut.

Bank bjb Tandamata

“Permasalahan utama di Bendungan Cipelang 7 adalah saat musim kemarau tiba, air tidak dapat mengalir ke saluran irigasi. Akibatnya, lahan pertanian terancam gagal tanam karena kekurangan pasokan air,” jelas Sony kepada Radar Sukabumi, Kamis (12/6). 

Sebagai solusi jangka pendek, lanjut Sony, DPUTR mengambil inisiatif dengan membangun sodetan yang berfungsi untuk membagi aliran air dari bendungan agar tetap masuk ke saluran irigasi, meskipun debit air rendah. Langkah ini, diharapkan dapat membantu para petani dalam menjaga kelangsungan aktivitas bercocok tanam.

“Solusinya kita buatkan sodetan agar air tetap mengalir ke irigasi dan bisa mengairi sawah, sehingga dapat mencegah gagal tanam,” bebernya.

Ia menambahkan, kehadiran pemerintah dalam merespon laporan masyarakat merupakan bentuk komitmen terhadap ketahanan pangan daerah. Guna mendukung keberlanjutan program ini, DPUTR berencana membangun bendungan permanen di lokasi tersebut pada tahun 2026.