SUKABUMI — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Sukabumi, terus mempercepat langkah transformasi digital dalam sistem administrasi pemerintahan dengan pemanfaatan Tanda Tangan Elektronik (TTDel) tersertifikasi yang telah diakui Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Kepala Diskominfo Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar mengatakan, pentingnya membedakan antara TTDel tersertifikasi dengan yang tidak tersertifikasi. “TTDel tersertifikasi memiliki dasar hukum yang kuat, aman secara teknologi, dan diakui oleh seluruh instansi pemerintahan. Sebaliknya, TTDel tidak tersertifikasi berisiko tinggi terhadap pemalsuan dan tidak sah secara hukum,” kata Rahmat kepada wartawan, Selasa (29/4).
Saat ini, lanjut Rahmat, sekitar 80 persen Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Sukabumi telah menggunakan TTDel tersertifikasi. “Namun, Diskominfo menargetkan seluruh OPD, termasuk Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan beserta wilayah binaannya, dapat mencapai 100 persen implementasi sebelum akhir tahun ini,” paparnya.
Rahmat menambahkan, ke depan penggunaan TTDel akan diperluas tidak hanya untuk surat menyurat, tetapi juga mencakup dokumen strategis seperti SPT PBB, SP2D, dan SPJ. Diskominfo pun tengah menyiapkan regulasi yang mewajibkan penggunaan TTDel tersertifikasi. “Kami siap mendampingi setiap aparatur yang masih belum terbiasa, melalui pendekatan sosialisasi dan diskusi terbuka yang empatik,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki menjelaskan, penggunaan TTDel tersertifikasi adalah bagian penting dari upaya menjaga integritas dokumen dan keamanan data pemerintahan. “TTDel bersertifikat memiliki kekuatan hukum yang sah secara nasional. Ini penting dalam menghadirkan birokrasi yang bersih dan transparan,” jelasnya.
Ia menginstruksikan, seluruh OPD untuk menggunakan layanan TTDel resmi yang dikoordinasikan oleh Diskominfo. Setiap dokumen digital yang diterbitkan wajib dilengkapi QR code untuk verifikasi keaslian TTDel bersertifikat. “Langkah ini penting dalam mewujudkan keterbukaan informasi publik yang aman dan terpercaya,” tambahnya.
Ayep menekankan, pentingnya integrasi TTDel ke dalam seluruh sistem aplikasi internal pemerintahan. Selain itu, juga mendorong seluruh jajaran untuk berani beradaptasi dan menjadikan Sukabumi sebagai pionir transformasi digital di Indonesia. “Sebagai pemimpin birokrasi, kita harus menjadi contoh dalam bertransformasi. Mari bersama membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang lebih efisien, modern, dan akuntabel,” pungkasnya. (Bam)






