BERITA UTAMA

Penyebab Banjir di Cibadak Sukabumi Rusak Sawah dan Rumah, Warga Soal Kebun Sawit!

×

Penyebab Banjir di Cibadak Sukabumi Rusak Sawah dan Rumah, Warga Soal Kebun Sawit!

Sebarkan artikel ini
BANJIR : Lokasi terdampak banjir di Kampung Babakan Banten pada Minggu (13/04).(FOTO : UNTUN RADAR SUKABUMI)
BANJIR : Lokasi terdampak banjir di Kampung Babakan Banten pada Minggu (13/04).(FOTO : UNTUN RADAR SUKABUMI)

SUKABUMI – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, menyebabkan banjir yang merendam puluhan hektare lahan pertanian dan sejumlah pemukiman warga pada Minggu (13/04).

Banjir kali ini diduga dipicu oleh meluapnya aliran Sungai Cipinang Asahan dan Sungai Babakan Banten, yang diperparah oleh aktivitas di kawasan perkebunan sawit. Selain curah hujan tinggi, kondisi lingkungan sekitar turut memperparah dampak banjir.

Bank bjb Tandamata

Salah satu tokoh masyarakat di Kampung Babakan Banten, Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Endang mengatakan, bencana alam ini terjadi bermula saat wilayah tersebut diguyur hujan deras pada Sabtu (12/04) malam, tepatnya sekitar pukul 19.00 WIB dan berlangsung cukup lama. 

Kondisi semakin buruk ketika aliran listrik padam, membuat warga tidak menyadari meluapnya air hingga memasuki rumah-rumah.

“Kemarin malam hujan turun deras, petir menggelegar, dan listrik mati. Kami tidak sadar kalau air sudah mulai meluap ke belakang rumah. Semua perabotan, termasuk alat elektronik, kasur, kursi, terendam air. Kami hanya bisa berbenah sebisanya dalam gelap,” kata Endang pada Minggu (13/04).

Ia juga menambahkan, bahwa banjir kali ini menyerupai kejadian serupa yang terjadi pada tahun 2024, yang disebut sebagai awal dari rentetan banjir di wilayah tersebut.

“Dulu-dulu tidak pernah banjir. Tapi sejak tahun lalu mulai terlihat tanda-tandanya. Menurut saya, ini karena penggundulan hutan sawit di atas, rumput disemprot sampai habis. Akhirnya saat hujan turun, air langsung meluncur ke bawah membawa tanah, tanpa tertahan vegetasi,” jelasnya.

Diperkirakan sekitar lebih dari 20 hektare sawah warga terendam banjir. Padahal, para petani baru saja menanam padi, sehingga banjir ini mengancam gagal panen dan kerugian besar.