“Kalau dulu hanya setinggi lutut, sekarang hampir setengah meter. Rumah yang terdampak baru terdata enam unit, sementara lahan pertanian yang terendam diperkirakan mencapai 30 hektar, semuanya baru ditanami,” beber Deni.
Untuk penanganan sementara, pemerintah desa akan melakukan evakuasi bagi warga yang terdampak parah, serta menggerakkan masyarakat untuk membersihkan saluran air dan sampah setelah air surut.
“Kami dari pemerintah desa akan terus memantau kondisi. Jika cuaca ekstrem terus berlanjut, evakuasi akan dilakukan. Setelah kondisi membaik, fokus kami adalah pada pembersihan dan pelebaran aliran sungai,” pungkasnya. (den/d)






