NASIONAL

Dukung Rencana 500 Batalion, ATR/BPN Serahkan Lahan di 326 Kabupaten

×

Dukung Rencana 500 Batalion, ATR/BPN Serahkan Lahan di 326 Kabupaten

Sebarkan artikel ini
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan lahan di 326 kabupate
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan lahan di 326 kabupate

OKU TIMUR – Dukung Rencana 500 Batalion, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan lahan di 326 kabupaten untuk mendukung rencana pembentukan 500 batalion baru oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto pada akhir Februari 2025.

“Alhamdulillah, dalam waktu seminggu setelah perintah Bapak Presiden, kami telah menyerahkan lahan di 326 kabupaten kepada Menteri Pertahanan dan menembuskannya kepada Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Lahan ini diambil dari tanah cadangan negara, terutama tanah telantar yang berasal dari eks-Hak Guna Usaha (HGU) maupun Hak Guna Bangunan (HGB) yang tidak diperpanjang atau tidak diberdayakan oleh pemiliknya,” kata Menteri Nusron dalam acara Penyerahan Sertipikat di Aula Puslatpur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dikutip Radar Sukabumi pada halaman resmi website Kementerian ATR/BPN.

Bank bjb Tandamata

Namun, Nusron mengakui bahwa masih terdapat 174 titik batalion yang belum mendapatkan lahan. Pemerintah terus mencari dan menyiapkan lokasi yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Selain itu, Presiden RI menginstruksikan agar setiap batalion memiliki lahan produktif yang dapat digunakan untuk ketahanan pangan. Lahan ini akan dikelola oleh TNI Angkatan Darat (AD) bersama masyarakat dengan luas minimal 500 hektare per batalion.

“Jika satu batalion membutuhkan 500 hektare, maka totalnya mencapai 250 ribu hektare untuk 500 batalion. Kami sudah mengidentifikasi bahwa selama lima tahun terakhir, terdapat potensi tanah telantar seluas 1,4 juta hektare di seluruh Indonesia,” jelas Menteri ATR/Kepala BPN.