JAWA BARAT

Soal Dualisme Kepengurusan, Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat Mendesak Gelar Kongres: Ini 5 Pernyataannya

×

Soal Dualisme Kepengurusan, Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat Mendesak Gelar Kongres: Ini 5 Pernyataannya

Sebarkan artikel ini
Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat
Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat

BANDUNG — Sebagai dampak dualisme kepungurusan yang terjadi ditubuh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) saat ini, akhirnya diselenggaran dua kegiatan di tempat yang berbeda. Yakni,   yang diselenggarakan di Pekanbaru, Riau dan HUT ke-79 PWI di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Hal ini menjadi kenyataan yang harus di terima oleh seluruh anggota PWI di tanah air. Untuk itu PWI Provinsi Jawa Barat (Jabar), mendesak agar segera digelar Kongres Percepatan, guna mengakhiri dualisme kepengurusan tersebut.

Bank bjb Tandamata

Presiden Prabowo Subianto, pun bahkan memilih tidak hadir di kedua acara tersebut. Oleh sebab itu, secara internal PWI harus menyelesaikan permasalahan yang terjadi di tubuh organisasi besar ini (PWI)..

“PWI harus mampu menyelesaikan permasalahan ini secara internal melalui mekanisme organisasi sesuai dengan konstitusi,” Kata Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat, pada Senin (17/2/2025).

“Salah satu solusi yang bisa ditempuh adalah mempercepat pelaksanaan Kongres untuk menyatukan kembali organisasi,” ujarnya menambahkan.

Perpecahan ini, lanjut Hilaman, sangat merugikan organisasi serta dapat mengancam soliditas dan kredibilitas PWI sebagai wadah profesional wartawan di Indonesia. Maka, dengan mempertimbangkan kepentingan organisasi yang lebih besar serta demi menjaga marwah dan persatuan insan pers, PWI Jabar menyatakan:

1. Mendesak segera melaksanakan Kongres PWI Luar Biasa, atau Kongres PWI Dipercepat, atau apapun namanya, sebagai solusi terbaik menyelesaikan dualisme kepemimpinan dan mengembalikan ketertiban organisasi.

2. Apabila Kongres PWI Luar Biasa atau Kongres PWI Dipercepat, maka PWI Jabar akan mendukung dan hadir.

3. Menolak segala bentuk intervensi eksternal yang dapat memperburuk situasi dan memperdalam perpecahan di tubuh PWI.

4. Menyerukan kepada seluruh anggota PWI di Indonesia untuk tetap menjaga profesionalisme dan tidak terprovokasi oleh kepentingan tertentu yang dapat merusak nama baik organisasi.

5. Mendorong Dewan Pers untuk turut berperan aktif dalam menyelesaikan permasalahan ini agar PWI tetap menjadi organisasi wartawan yang independen dan bermartabat.

“Pernyataan ini semata-mata demi menjaga persatuan serta keberlanjutan PWI sebagai organisasi wartawan tertua dan terbesar di Indonesia,” pungkas Hilman. (*/Ron)