BERITA UTAMAKABUPATEN SUKABUMI

Aksi Siswa SMKN 1 Gunungguruh Sukabumi Pertanyakan Penggunaan Dana Pemerintah dan Sumbangan, Pembangunan Tak Kunjung Selesai

×

Aksi Siswa SMKN 1 Gunungguruh Sukabumi Pertanyakan Penggunaan Dana Pemerintah dan Sumbangan, Pembangunan Tak Kunjung Selesai

Sebarkan artikel ini
Aksi Siswa SMKN 1 Gunungguruh Sukabumi

Kepala Sekolah Klarifikasi Terkait Penggunaan Dana Sekolah

Sukabumi – Kepala Sekolah SMKN 1 Gunungguruh, Ai Sumarni, menanggapi dengan terbuka pertanyaan siswa dan masyarakat terkait penggunaan dana yang bersumber dari pemerintah maupun kontribusi masyarakat dalam kegiatan sekolah.

Dalam pertemuan tersebut, Ai menyatakan bahwa transparansi keuangan merupakan hal penting agar siswa memahami alokasi dana yang mereka berikan kepada sekolah.

Bank bjb Tandamata

“Saya pikir ini penting agar anak-anak tahu kemana uang yang mereka sumbangkan serta uang yang digulirkan pemerintah digunakan,” ungkapnya. Salah satu isu yang disorot adalah kondisi bangunan sekolah yang belum diperbaiki. Ai menjelaskan bahwa renovasi tersebut menggunakan dana sumbangan masyarakat.

Pertanyaan lain yang mencuat adalah terkait pembangunan masjid sekolah yang hingga kini belum rampung meskipun telah berjalan hampir tiga tahun.

“Saya jelaskan bahwa masjid tidak bisa dibangun dari dana BOS, melainkan dari sumbangan infak siswa, orang tua, guru, serta proposal kepada industri. Namun, meskipun sudah terkumpul Rp 400 juta, baru sekitar 40 persen pembangunan yang selesai,” jelas Ai, menekankan besarnya dana yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa siswa bertanya mengenai penggunaan dana BOS, dan dijelaskan bahwa dana tersebut hanya diperuntukkan untuk kegiatan operasional, bukan untuk pembangunan. “Dana BOS itu tidak boleh sembarangan digunakan, hanya untuk operasional dan pemeliharaan yang nilainya di bawah Rp 50 juta.”

Kepala SMKN 1 Gunungguruh
Kepala Sekolah SMKN 1 Gunungguruh, Ai Sumarni, menanggapi dengan terbuka pertanyaan siswa dan masyarakat

Dalam diskusi yang berlangsung hampir tiga jam itu, Ai mengapresiasi sikap kritis siswa, meskipun ia menyarankan agar aspirasi disampaikan dengan cara yang lebih efektif.

“Saya rasa ini adalah pembelajaran penting, terutama melalui program P5 tentang demokrasi. Siswa sudah berani menyampaikan aspirasi, tetapi saya sarankan agar tidak bergerombol, cukup perwakilan agar lebih jelas,” tutupnya.

Pertemuan tersebut menjadi momen penting bagi siswa dan sekolah dalam membangun komunikasi yang lebih baik dan memahami pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana sekolah.

Sebelumnya viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi demonstrasi ratusan siswa di SMKN 1 Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi pada Selasa pagi (22/10/2024).

Adapun aksi demontrasi yang dilakukan ratusan siswa tersebut dilatarbelakangi oleh terkait kegiatan sekolah yang menggunakan uang masyarakat. Salah satunya mengenai uang sumbangan masyarakat serta dana BOS.(wdy/den)