EKONOMIProvider

Merawat Titah Pemerintah, Indosat Adopsi AI Menuju Transformasi AI Native Techno

×

Merawat Titah Pemerintah, Indosat Adopsi AI Menuju Transformasi AI Native Techno

Sebarkan artikel ini
IDCAMP 2024: Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) kembali menghadirkan IDCamp 2024, program beasiswa untuk mencetak developer berstandar industri. Indosat menyediakan kesempatan bagi 150.000 peserta untuk dapat mengembangkan kemampuan di bidang teknologi. (ist)
IDCAMP 2024: Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) kembali menghadirkan IDCamp 2024, program beasiswa untuk mencetak developer berstandar industri. Indosat menyediakan kesempatan bagi 150.000 peserta untuk dapat mengembangkan kemampuan di bidang teknologi. (ist)

SUKABUMI – Saat ini kondisi Indonesia benar-benar di ambang transformasi digital yang luar biasa, seiring dengan masifnya pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Untungnya, jumlah talenta yang terus meningkat signifikan dibarengi pengembangan infrastruktur, menjadikan Indonesia siap menjadi kekuatan utama ekonomi digital global.

Bila merujuk pada laporan Datareportal 2023, Indonesia memiliki 212 juta pengguna internet dengan tingkat penetrasi mencapai 77%, 167 juta pengguna media sosial dan 353 juta sambungan seluler aktif. Belum lagi ditunjang dengan lebih dari 270 juta jiwa, menjadikan Indonesia pasar yang sangat besar bagi industri teknologi dan telekomunikasi. Termasuk di dalamnya AI.

Bank bjb Tandamata

Dari sisi ekonomi, penggunaan AI di Indonesia diperkirakan akan memberikan kontribusi sekitar 12 persen terhadap pertumbuhan PDB nasional atau setara dengan USD366 miliar pada tahun 2030. Dari data itu terlihat adanya potensi yang sangat signifikan bagi negeri ini dalam mengadopsi teknologi baru termasuk AI.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Indonesia menempati peringkat keenam di dunia, dengan jumlah startup terbanyak yaitu 2.646 startup termasuk 15 unicorn dan 2 decacorn. Ini mencerminkan kesiapan Indonesia untuk menjadi pemain utama dalam era AI.

Secara global, adopsi AI di sektor industri telah mencapai 56 persen, dengan generative AI diperkirakan dapat menyumbang hingga USD4,4 triliun per tahun bagi ekonomi global. Namun, berdasarkan Global AI Index 2023, Indonesia masih berada di peringkat ke-46 dari 62 negara, yang menunjukkan perlunya peningkatan infrastruktur digital untuk menghadapi tantangan dalam pengembangan AI.

Terkait masifnya pemanfaatan AI, President Director Microsoft Indonesia Dharma Simorangkir saat menjadi pembicara dalam Program Khusus Tech and Telco Summit 2024 di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (5/3) lalu mengakui jika saat ini AI menjadi terobosan teknologi yang berperan dalam bisnis di berbagai sektor.

“Peran AI tidak untuk menggantikan manusia, tapi justru membantu tugas tertentu,” katanya.

Sedangkan menurut Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), Wahyudi Djafar, AI mengubah model bisnis dan cara hidup masyarakat.

Otomatisasi Layanan, Menkominfo Dorong Industri Telekomunikasi Manfaatkan AI

Event yang mempertemukan para pemimpin perusahaan teknologi dan telekomunikasi dengan regulator dan pemangku kepentingan di satu forum itu juga menghadirkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi.

Menkominfo mendorong industri telekomunikasi nasional memanfaatkan teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

“AI membawa peluang besar bagi sektor telekomunikasi. Pemanfaatan AI dapat meningkatkan efektivitas kegiatan komersial melalui otomatisasi layanan pelanggan,” ujar Menkominfo, Budi Arie Setiadi.

Budi menilai, teknologi AI juga bisa digunakan untuk mendukung upaya deteksi dan pencegahan penipuan di industri telekomunikasi. Bahkan, menurutnya, teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk menghemat energi, sehingga mendukung keberlanjutan lingkungan.

“AI dapat mendorong upaya penghematan energi dalam operasionalisasi instrumen dan teknologi telekomunikasi sehingga membawa dampak positif untuk keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.

Menkominfo mengungkap proyeksi pemanfaatan AI di sektor telekomunikasi global pada 2031 akan mencapai USD38,8 Triliun. Sementara di tingkat ASEAN, pemanfaatan AI diperkirakan mencapai nilai pasar sebesar USD1 triliun dengan nilai USD366 miliar diperkirakan berasal dari Indonesia.

“Di balik, berbagai peluang tersebut, kita masih memiliki tugas besar untuk merespon tantangan kompleks pemanfaatan AI, seperti kurangnya keterampilan dan sumberdaya yang tepat, tantangan integrasi, kekhawatiran tentang keamanan, dan kultur yang kurang mendukung inovasi,” ungkapnya.

Perkembangan yang pesat ini telah mendorong pemerintah untuk mengembangkan Tata Kelola pemanfaatan AI. Lewat Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 9 Tahun 2023 tentang Etika Kecerdasan Artifisial, pemerintah memberikan panduan pengembangan AI bagi pelaku industri serta penyelenggaraan sistem elektronik publik dan privat. Indonesia juga telah memiliki dokumen strategi nasional kecerdasan artifisial indonesia yang memetakan informasi arah kebijakan Pemerintah Indonesia dalam pengembangan dan penerapan AI.

“Melalui Surat Edaran tersebut, saya berharap sektor telekomunikasi membangun infrastruktur, teknologi dan talenta untuk menerapkan AI secara etis dan bertanggung jawab,” ungkapnya.

Tantangan Infrastruktur Digital

Salah satu tantangan utama dalam pengembangan AI di Indonesia adalah ketidakmerataan jaringan internet, terutama di luar Pulau Jawa. Kecepatan rata-rata broadband di Indonesia masih terbilang rendah, dengan fixed broadband mencapai 28,8 Mbps (peringkat ke-8 di ASEAN) dan mobile broadband mencapai 24,6 Mbps (peringkat ke-9 di ASEAN).

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah membangun jaringan fiber optik Palapa Ring sepanjang 12.100 km yang menghubungkan 57 kabupaten/kota di Indonesia, menambah base transceiver station (BTS) di 1.600 titik, serta meluncurkan satelit multifungsi Satria-1.

Pusat data juga direncanakan akan dibangun di wilayah Batam, Ibu Kota Nusantara (IKN), dan Jabodetabek. Oleh karena itu, Indonesia diproyeksikan akan membutuhkan 9 juta pekerja IT terampil hingga tahun 2030.

Meskipun jumlah lulusan di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terus meningkat, permintaan akan talenta di bidang teknologi informasi tumbuh lebih cepat daripada ketersediaannya. Untuk itu, pemerintah mendorong inisiatif pengembangan talenta digital melalui program seperti “Program Literasi Digital Nasional Indonesia Makin Cakap Digital”.

Demi mendukung transformasi digital dan pengembangan AI, pemerintah telah merumuskan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial 2020-2045 sebagai pedoman kebijakan nasional untuk teknologi AI. Pada Desember 2023, pemerintah juga meluncurkan Strategi Nasional Ekonomi Digital dengan salah satu pilar utama yang berfokus pada riset, inovasi, dan pengembangan ekosistem AI di Indonesia.

Bak gayung bersambut, di tengah upaya Indonesia mempercepat digitalisasi di berbagai sektor, PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat atau IOH) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung kemajuan digital nasional melalui inovasi teknologi Artificial Intelligence (AI). Inovasi yang dilakukan Indosat salah satunya direalisasikan melalui Kelas AI dan Otomasi di Indosat Ooredoo Hutchison Digital Camp (IDCamp) 2024.

Program beasiswa untuk mencetak developer berstandar industri ini akan berlangsung mulai September 2024 hingga Januari 2025 mendatang. Di tahun kelima sejak pertama kali diluncurkan, IDCamp memperkenalkan dua program baru yang berfokus pada kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dan Otomasi dengan sertifikasi global. Program baru ini merupakan bagian dari perjalanan transformasi Indosat menjadi AI Native TechCo.

President Director dan Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha menegaskan bahwa IDCamp 2024 adalah bukti nyata komitmen Indosat untuk memberdayakan para talenta digital Indonesia dan mempercepat transformasi menjadi AI Native TechCo.

“Inisiatif ini mendukung misi kami untuk menghubungkan dan memberdayakan masyarakat, serta memperluas inklusi literasi digital di Indonesia. Dengan menghadirkan program baru di bidang AI dan Otomasi, kami membuka pintu bagi generasi muda untuk menjadi inovator masa depan dan meningkatkan daya saing bangsa di era digital. Investasi di bidang pendidikan teknologi adalah kunci untuk masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” tutur orang nomor wahid di Indosat kepada Radar Sukabumi, Senin (7/10).

Pada program IDCamp 2024 ini, lanjut Vikram, Indosat menyediakan kesempatan bagi 150.000 peserta untuk dapat mengembangkan kemampuan di bidang teknologi. Pada tahun ini pun, IDCamp 2024 berkolaborasi dengan Dicoding, platform edukasi teknologi terdepan, dalam menghadirkan dua program baru, yaitu kelas dasar AI dan dua kelas otomasi.

Sebagai pembuka, IDCamp 2024 akan menggelar roadshow seminar di tiga kota besar di Indonesia yaitu Balikpapan, Solo dan Timika, mulai Oktober hingga Desember 2024. Selain roadshow secara luring, akan ada sesi virtual yang fokus pada pengembangan karir bagi pencari kerja dan penyandang disabilitas.

Tidak hanya untuk kalangan programmer dan developer, IDCamp 2024 juga memperkenalkan Generative AI Bootcamp dengan dua kelas khusus bagi pengajar dan penyandang distabilitas. Kelas ini didesain untuk mengoptimalkan pemanfaatan AI sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal Talenta Digital Berdaya Saing Global  

Manfaat IDCamp dirasakan langsung salah satu penerima beasiswa IDCamp 2023, Ihsan Maulana. Alumni IDCamp yang memilih pembelajaran DevOps untuk pengembangan sistem Security Information and Event Management (SIEM) ini, berhasil meningkatkan jenjang karirnya setelah mengikuti program di IDCamp 2023. Sebelumnya Ihsan Maulana berprofesi sebagai security analyst, saat ini alumni tersebut dapat bekerja di kedua bidang berbeda.

Semenjak awal diluncurkan pada tahun 2019, IDCamp telah menjadi platform pengembangan talenta digital bagi lebih dari 270,000 individu. IDCamp telah memberikan dampak signifikan pada pengembangan talenta digital di Indonesia, dengan proyeksi dampak ekonomi lebih dari USD 9,3 juta. Keberhasilan program ini dapat dilihat dari peningkatan keterampilan peserta dari level menengah hingga yang sudah ahli , serta cerita inspiratif alumni yang kini berkarir di berbagai bidang teknologi.

Indosat mengajak para talenta digital muda untuk bergabung guna meningkatkan keterampilan mereka dan mempersiapkan diri dalam persaingan global di era ekonomi digital. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di https://idcamp.ioh.co.id/.

Dalam perjalanannya, ternyata program IDCamp mengalami pencapaian yang sangat signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun Radar Sukabumi, IDCamp telah berkembang dan memberikan impact yang sangat dahsyat dalam kurun 5 tahun.

Total peserta IDCamp dari 2019 hingga 2023 sebanyak 273.432. Jumlah ini terdiri dari 26.714 peserta di tahun 2019, 37.996 peserta tahun 2020, 46.025 peserta tahun 2021, 71.808 peserta tahun 2022 dan 90.889 peserta pada 2023. Mereka tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Papua dan Maluku.

Selama lima tahun terakhir, IDCamp menyediakan berbagai kelas pemrograman, mulai level pemula hingga mahir, serta menyediakan pelatihan khusus bagi penyandang disabilitas dan tenaga pengajar (guru/dosen). Kurikulum yang komprehensif ini memberikan dampak yang signifikan pada pengembangan karir peserta dari berbagai latar belakang. (sri)