SUKABUMI – Kasus tawuran pelajar ala gladiator yang menyebabkan salah satu pelajar di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Sukabumi, tewas bersimbah darah, telah menyita perhatian semua kalangan.
Pelajar tewas yang diketahui berinisial FMS (15) asal warga Kampung Cijengkol, RT 003/RW 004, Desa Cijengkol, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi ini, dikabarkan meninggal dunia, setelah melakukan gladiator atau perang tanding dengan pelajar lain dengan menggunakan senjata tajam.
Ketua Komisi VI DPRD Kabupaten Sukabumi, Ferry Supriyadi S. H kepada Radar Sukabumi mengatakan, maraknya tawuran antar pelajar akhir-akhir ini, tanpa terkecuali terjadi juga di Kabupaten Sukabumi, sangat memprihatinkan.
“Iya, karena pada prinsipnya dunia pendidikan yang diimpikan bisa membangun karakter generasi bangsa ke depan menjadi lebih berkualitas dan lebih baik, alih-alih seperti itu sekarang tanpa kita bisa hindari, tersusupi ala-ala yang kurang baik seperti terjadi perkelahian ala gladiator tawuran dan lain-lain,” kata Ferry kepada Radar Sukabumi pada Senin (14/10).
Untuk itu, ia selaku Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi, mengaku sangat prihatin dan menyoroti hal ini akan sangat serius ke depan, dikarenakan para pelajar ini, merupakan generasi bangsa dan dunia pendidikan juga sebagai harapan untuk memperbaiki generasi bangsa.
“Tentunya kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait langkah apa yang harus kita ambil ke depan, baik dalam bentuk promotif dan preventif sebagai langkah awal di hulunya,” tukasnya.
Sementara untuk antisipasi di hilirnya, sambung Ferry, tentunya akan melibatkan dengan pihak terkait juga, tanpa terkecuali dan juga mengimbau kepada seluruh orang tua ataupun wali murid untuk bersama-sama memberikan pemahaman tentang bahaya dari tawuran dan kerugian dari tawuran itu sendiri.
“Intinya, memang semua elemen dan stakeholder yang terlibat bisa berperan aktif untuk mencegah pembentukan karakter yang kurang baik dalam dunia pendidikan, khususnya untuk generasi yang akan datang,” tandasnya.
Selain itu, pihaknya juga mengucapkan berduka cita yang sedalam-dalamnya terhadap keluarga korban atau yang menjadi korban. “Mudah-mudahan, almarhum khusnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” timpalnya.






