SUKABUMI – Kebanggaan luar biasa dirasakan oleh SMP Al Mutaqin, sebuah sekolah yang terletak di pedesaan jauh dari hiruk-pikuk kota, setelah salah satu siswanya, Riska Sri Wulandari, berhasil meraih Juara 1 pada cabang Kaligrafi di ajang Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Provinsi.
Prestasi gemilang ini membuktikan bahwa meskipun berasal dari lingkungan yang jauh dari perkotaan, siswa SMP Al Mutaqin mampu bersaing dan berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.
Kepala SMP Al Mutaqin, Dadan Hamdani, mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya atas pencapaian tersebut.
“Kami sangat bersyukur, meskipun sekolah kami berada di pedesaan, Alhamdulillah, kami bisa mengantarkan salah satu siswa kami, Riska, hingga berprestasi di tingkat provinsi. Ini adalah kebanggaan bagi kami semua, termasuk masyarakat sekitar,” ujar Dadan dengan penuh kebanggaan.
Setelah kemenangan ini, Riska akan mewakili Provinsi dalam kompetisi tingkat nasional. Meskipun hingga saat ini belum ada kepastian mengenai tanggal dan tempat pelaksanaan lomba tingkat nasional, persiapan intensif terus dilakukan.
Dadan Hamdani menjelaskan bahwa pihak sekolah, bersama keluarga Riska, fokus pada persiapan tambahan materi yang dilakukan di rumah Riska.
“Kami masih menunggu informasi lebih lanjut tentang pelaksanaan tingkat nasional. Sementara itu, persiapan dilakukan di rumah Riska dengan memperhatikan kebutuhan materi yang akan diujikan di tingkat nasional. Kami ingin memberikan yang terbaik dan mempersiapkan diri secara maksimal,” tambah Dadan.
Walaupun ambisi besar untuk mencapai tiga besar di tingkat nasional sudah menjadi harapan sekolah, Dadan Hamdani menekankan bahwa yang paling utama bagi sekolah adalah pengetahuan dan ilmu yang diperoleh oleh Riska selama proses ini.
“Tentu saja, kami semua menginginkan Riska masuk ke tiga besar di tingkat nasional. Namun, bagi kami, yang lebih utama adalah ilmunya. Kami percaya, pengalaman dan proses belajar ini akan sangat berharga bagi Riska di masa depan,” jelasnya.
SMP Al Mutaqin sudah dikenal sebagai sekolah yang berprestasi di bidang Pentas PAI, khususnya dalam cabang Kaligrafi dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Keberhasilan Riska Sri Wulandari di tingkat provinsi tahun ini bukanlah yang pertama bagi sekolah ini.
Sebelumnya, pada tahun 2023, Nur Aulia Fathonah, salah satu siswi lainnya, juga berhasil meraih Juara 3 di tingkat provinsi pada cabang Kaligrafi. Dengan dua kali berturut-turut menorehkan prestasi di ajang Pentas PAI, SMP Al Mutaqin semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu sekolah unggulan di bidang pendidikan agama dan seni kaligrafi.
Prestasi yang diraih Riska tak lepas dari dukungan penuh pihak sekolah, guru-guru, serta masyarakat sekitar yang turut memberikan motivasi dan doa. Riska sendiri dikenal sebagai siswa yang gigih dan rajin berlatih, serta memiliki bakat seni kaligrafi yang luar biasa.
Sementara itu, Riska Sri Wulandari mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas prestasi yang diraihnya.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih juara 1 di tingkat provinsi. Ini adalah hasil kerja keras, doa, dan dukungan dari keluarga, guru, serta teman-teman di SMP Al Mutaqin. Semoga saya bisa memberikan yang terbaik di tingkat nasional nanti,” kata Riska dengan penuh semangat.
Dengan segala persiapan yang dilakukan, harapan besar tertuju pada Riska untuk dapat kembali mengharumkan nama SMP Al Mutaqin, Kabupaten Sukabumi, dan Provinsi Jawa Barat di ajang nasional.
Kepala sekolah, guru-guru, dan seluruh siswa sekolah tersebut menaruh optimisme tinggi bahwa Riska akan dapat bersaing dengan baik dan membawa pulang prestasi gemilang dari tingkat nasional.
Namun di atas segalanya, pengalaman berharga yang didapatkan selama proses ini diharapkan akan menjadi modal penting bagi Riska dalam mengembangkan potensi diri di masa depan.
Semangat belajar dan berkarya yang ditunjukkan Riska juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lainnya di SMP Al Mutaqin untuk terus berjuang mencapai prestasi dalam bidang apa pun yang mereka tekuni.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa keterbatasan geografis tidak menjadi penghalang bagi siswa untuk bersaing di tingkat tinggi. Dengan tekad, kerja keras, dan dukungan yang baik, siswa dari pedesaan pun mampu bersinar di kancah provinsi, nasional, bahkan internasional. (wdy)






