KESEHATAN

RSU Hermina Sukabumi Sukses Gelar Seminar Kegawatdaruratan Anak 

×

RSU Hermina Sukabumi Sukses Gelar Seminar Kegawatdaruratan Anak 

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI-  Dalam rangka mengedukasi para Tenaga Kesehatan (Nakes) khususnya pada pelayanan tingkat 1 dalam mendeteksi dini kasus-kasus kegawatan pada anak, bedah anak dan pengertian sindrom dekondisi, Rumah Sakit Umum (RSU) Hermina Sukabumi menggelar seminar medis bertajuk ‘Kegawatdaruratan Bedah Anak dan Manajemen Sindrom Dekondisi’ di salah satu hotel di Kecamatan Cikole, Kamis (12/9).

Acara yang di hadiri Kepala Dinkes Kabupaten Sukabumi, Ketua IDI Kabupaten Sukabumi dan ketua IBI Kabupaten Sukabumi itu, sekaligus memperkenalkan tuga dokter spesialis baru di RSU Hermina Sukabumi yaitu dr Yhoga Timur Laga Sp. BA, dr Sylva medika Permatasari Sp. A dan dr Indra Putera Hasri Sp. KFR; AIFO-K. “Harapan selanjutnya semoga BPJS kesehatan bisa segera memberikan perijinan pelayanan ketiga dokter Spesialis tersebut, agar pelayanan yang berhubungan dengan kegawat daruratan khususnya kasus bedah anak untuk peserta BPJS bisa ditangani lebih cepat sehingga pelayanan untuk masyarakat bisa lebih optimal,” ujar direktur Hermina Sukabumi, dr Mustika Murniati dalam siara persnya.

Bank bjb Tandamata

Diakui Mustika, seminar ini menjadi salah satu komitmen RSU Hermina Sukabumi untuk terus melakukan perbaikan pelayanan, sehingga RSU Hermina Sukabumi semakin menjadi kepercayaan masyarakat. “Sebagai lembaga yang bergerak dibidang pelayanan kesehatan, tentunya sudah menjadi kewajiban kami untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pasien dan masyarakat,” akunya.

Sebelumnya, rumah sakit yang berlikasi di Jalan Sukabumi-Cianjur Kecamatan Sukaraja ini, menerima penghargaan Angels Award kategori Platinum dari World Stroke Organization (WSO), Selasa (28/5) lalu. Penghargaan terbaik kedua dalam penangan penyakit stroke tersebut, sekaligus mengukuhkan RSU Hermina Sukabumi menjadi satu-satunya rumah sakit yang memiliki kualitas penanganan stroke terbaik di wilayah Sukabumi dan Cianjur.

Diketahui, penghargaan bertaraf internasional itu diberikan oleh Angels Initiative Indonesia yang merupakan organisasi nirlaba yang memperhatikan rumah sakit-rumah sakit yang memiliki pelayanan penyakit stroke terbaik. Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada tiga kategori dalam WSO yakni kategori Gold, Platinum, dan kategori Diamond. Setiap kategorinya memiliki taraf pelayanan yang berbeda-beda dalam penanganan penyakit stroke.

Mustika menjelaskan, prestasi yang diraihnya ini tidak serta merta diraih dengan mudah. Ada perjalanan panjang untuk meraih WSO Award ini. Bahkan sejak 2023 lalu, pihaknya mencoba memberanikan diri untuk terjun dalam penanganan penyakit stroke ini. “Kami terus belajar bersama-sama tim yang dipimpin oleh dr Leon Abirawa spesialis saraf. Masing-masing tim mempunyai tugas yang dilakukan dari bulan maret 2023, kami terus melakukan perbaikan melalui berbagai diklat, baik internal maupun eksternal hingga edukasi kepada masyarakat,” ujar Mustika.

Dengan modal keahlian yang dirasakan cukup, sambung Mustika, pihaknya memberanikan diri untuk mengikuti penilaian guna mendapatkan penghargaan WSO Award ini. “Kita melalukan berbagai persyaratan dan isian sebagai syarat meraih penghargaan ini,” tambahnya.

Mustika menyampaikan bahwa penghargaan itu tidak lain karena RSU Hermina sudah memenuhi sembilan kriteria pelayanan terbaik dalam penanganan penyakit stroke. diantaranya, waktu masuknnya obat trombolisis dari pasien datang harus kurang 60 menit (untuk kategori gold dan platinum).

Kemudiam, waktu masuk obat trombolisis kurang dari 45 menit (untuk diamond), tingkat keberhasilan trombolisis, dilakukannya ct scan pada pasien stroke, skrinning disfagia pada pasien stroke, pasien stroke post trombolisis di observasi di icu/stroke unit, pemberian obat antikoagulan pada pasien post stroke dgn riwayat penyakit jantung, pemberian antitrombotik pada pasien stroke tanpa gangguan irama jantung, jika ada komplikasi dari pemberian trombolitik dapat dilakukan operasi. “Efeknya adalah dengan kita melakukan layanan terbaik dengan kriteria yang ada, kita bisa membantu masyarakat bila ada keluhan gejala stroke awal. Mungkin yang keluhannya kurang dari empat jam setengah itu kita bisa tangani, bahkan kalau sitemnya amat baik. Ada testimoni itu tidak ada gejala sisa. Jadi pasien pulang sudah seperti normal lagi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, diraihnya WSO kategori Platinum diharapkan dapat menyetarakan standar-standar pengobatan di seluruh dunia untuk pasien stroke. “WSO itu tujuannya kita ingin menyetarakan standar-standar pengobatan di seluruh dunia untuk pasien stroke. Pasien stroke itu sudah ada standar pengobatannya yang baik dan hal-hal itu yang menjadi dasar terbentuknya kriteria-kriteria itu,” kata dia.

Selain itu, pelayanan stroke dengan kategori Platinum ini tidak memiliki kriteria khusus pasien dalam penanganannya. “kita melayanani bukan hanya pasien umum, tapi pasien asuransi, bahkan pasien untuk BPJS juga kita layani. Jadi tidak ada kriteria khusus dari segi pasiennya,” ucap Mustika. (why)