UNIVERSITAS NUSA PUTRA

Melihat Kreativitas Mahasiswa KKN Nusa Putra di Desa Cikelat Mengelola Sampah Anorganik sebagai Langkah Awal Cegah Krisis Iklim

×

Melihat Kreativitas Mahasiswa KKN Nusa Putra di Desa Cikelat Mengelola Sampah Anorganik sebagai Langkah Awal Cegah Krisis Iklim

Sebarkan artikel ini
Mahasiswa KKN Nusa Putra Di Desa Cikelat
Tim KKN Mahasiswa Universitas Nusa Putra Desa Cikelat mengubah sampah anorganik menjadi karya yang bermanfaat melalui program ecobrick

Serunya Pelajar SDN Cikelat Kabupaten Sukabumi mengubah Botol Plastik Sampah Menjadi Produk Ecobrick

Persoalan di tengah masyarakat menjadi fokus utama tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Nusa Putra. Seperti salah satunya persoalan sampah plastik.

Berangkat dari hal tersebut, Tim KKN Mahasiswa Universitas Nusa Putra Desa Cikelat mengubah sampah anorganik menjadi karya yang bermanfaat melalui program ecobrick.

Bank bjb Tandamata

Widi Fitria — Sukabumi

Pagi yang cerah menyambut upacara bendera di SDN Cikelat, Desa Cikelat Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, namun ada yang berbeda pada hari itu. Sejumlah mahasiswa dari Universitas Nusa Putra, yang tergabung dalam Kelompok KKN Desa Cikelat, hadir dengan membawa misi lingkungan yang kreatif dan inovatif. Mereka mengajak siswa-siswi SDN Cikelat untuk mengubah sampah anorganik menjadi karya yang bermanfaat melalui program Ecobrick.

Kelompok KKN ini memiliki tujuan mulia mitigasi dampak krisis iklim dengan fokus pada pengurangan sampah plastik, peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan siswa, dan edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik.

Para mahasiswa percaya bahwa dengan memanfaatkan sampah menjadi hasil karya yang indah, dapat menarik perhatian dan meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para siswa SDN Cikelat, untuk lebih peduli dan kreatif dalam mengelola sampah plastik.

“Sebagai mahasiswa KKN, kami memilih untuk fokus pada pembuatan Ecobrick sebagai salah satu upaya pengelolaan sampah plastik. Hal ini didasari oleh pembakaran sampah plastik yang sering terjadi di lingkungan sekitar.

Pembakaran plastik yang tidak terkendali dapat memicu berbagai masalah lingkungan serius, seperti polusi udara akibat pelepasan zat-zat berbahaya ke atmosfer, kontribusi terhadap pemanasan global, dan kerusakan hutan akibat pembakaran lahan yang meluas,” ungkap ketua KKN Mahasiswa Universitas Nusa Putra Desa Cikelat Ilham Maulana

Ilham mengatakan metode Ecobrick ini melibatkan penggunaan botol plastik yang diisi penuh dengan sampah plastik non-biodegradable hingga padat. Botol-botol ini kemudian dapat digunakan sebagai bahan bangunan alternatif yang ramah lingkungan.

“Dengan memanfaatkan Ecobrick, kami bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pembakaran sampah. Ecobrick tidak hanya membantu mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, tetapi juga memberikan solusi yang lebih ramah lingkungan. Inisiatif ini diharapkan dapat mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan, serta mengurangi dampak buruk terhadap kesehatan manusia dan lingkungan,” tambahnya.

Antusiasme siswa-siswi SDN Cikelat terlihat jelas saat mereka dengan semangat mengisi botol-botol plastik dengan berbagai jenis sampah plastik. Mereka diajarkan cara memadatkan sampah agar botol dapat berfungsi maksimal sebagai Ecobrick.

Mahasiswa-KKN-Nusa-Putra-Di-Desa-CikelatSalah satu guru SDN Cikelat Hamzah menuturkan, “Kegiatan Ecobrick yang diinisiasi oleh mahasiswa KKN Universitas Nusa Putra memberi dampak positif bagi kami warga sekolah SDN Cikelat, khususnya siswa-siswi yang begitu antusias dengan kegiatan tersebut.

Selain memberikan pengetahuan tentang pengelolaan sampah plastik sehingga dapat bermanfaat, siswa-siswi juga memiliki kesadaran untuk membuang atau memanfaatkan sampah plastik menjadi barang yang berguna atau karya seni yang indah. Terima kasih kepada semua mahasiswa KKN yang telah melaksanakan kegiatan yang sangat positif dan bermanfaat bagi kami.” ucapnya.

Kepala Desa Cikelat Hadian Rahayu, juga memberikan harapannya agar program ini tidak hanya menjadi kegiatan sesaat. “Kami berharap program yang dikembangkan oleh mahasiswa ini dapat terus berlanjut dan tidak hanya dilaksanakan sekali saja.

Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi masyarakat Desa Cikelat untuk lebih peduli dan kreatif dalam mengelola sampah, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan lestari.”

Dengan adanya program ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dapat semakin meningkat. Para mahasiswa KKN berharap bahwa kreativitas anak-anak SDN Cikelat dalam mengelola sampah anorganik dapat menjadi langkah awal dalam upaya pencegahan krisis iklim yang lebih luas.

Adapun Tim KKN mahasiswa Universitas Nusa Putra Desa Cikelat terdiri dari 20 mahasiswa, diantaranya Ilham Maulana mahasiswa Prodi Hukum sebagai ketua tim dan anggotanya yaitu Reyhan Prodi Ilmu Hukum, M. Rafi Akbar Dhiaurrahman Prodi Ilmu Hukum, Anaza Zahra Humaerah Prodi Ilmu Hukum, Tina YulindaProdi Ilmu Hukum, Nurul Kamila Prodi Manajemen, Salma Nadia Prodi Manajemen, Louis Samudra Prodi Manajemen, Reza Maulana Zein Prodi Manajemen, Mutiara Resmi Insani Prodi DKV, Assihila Ghina Khanita Prodi DkV, Fitria Nur Sarifah Prodi Akuntansi, Damar Wulan Auty Ningrum Prodi Akuntansi, Angga Saputra Prodi Ilmu Hukum, Abdullah Fajar Hakim Ismail Prodi DKV, Ira Rahmawati Prodi DKV, Mutiara Nur Intan Prodi Manajemen, Karin Dinar Sonia Prodi Manajemen, Alwa Hanifa Prodi Manajemen dan Siti Neng Maskanah Prodi Manajemen. Sementara Armansyah sebagai dosen pembimbing lapangan. (*)