SUKABUMI – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahap 1 di hari kedua pada, Selasa (4/6) di Kota Sukabumi mulai lancar. Meski di hari pertama pada Senin (3/6), sempat mengalami gangguan, sehingga para orang tua siswa kini bisa mulai mengakses pendaftaran PPDB untuk jalur zonasi.
Ketua Panitia PPDB SMAN 3 Sukabumi, Asep Rahmat Kurniawan atau yang akrab disapa Arko mengklaim pelaksanaan PPDB di hari kedua akses web PPDB Jabar berjalan dengan lancar dan mulai bisa diakses oleh siswa dan orang tua untuk mendaftar.
“Alhamdulilah untuk hari kedua kita berjalan dengan lancarmemang untuk hari pertama itu sempat down yah tetapi itu memang se Jawa Barat sehingga kemarin itu betul-betul tidak bisa diakses, tetapi hari kedua sekarang lancar mudah-mudahan seterusnya,”ucapnya kepada Radar Sukabumi, Selasa (4/6).
Arko menambahkan, pelaksanaan PPDB tahun ini dilaksanakan secara online sehingga orang tua atau calon siswa bisa mengakses atau mendaftar dari jarak jauh tanpa harus datang ke sekolah tujuan. Namun meski begitu pihaknya tetap menyediakan ruang pelayanan PPDB, ruang pelayanan tersebut dibuka untuk membantu orang tua calon siswa yang kesulitan melakukan proses pendaftaran secara online.
Adapun untuk ruang pelayanan PPDB SMAN 3 Sukabumi dibuka mulai pukul 08.00-16.00 Wib.
“Sebenarnya ini online ya jadi orang tua tidak perlu datang ke sekolah untuk mendaftar, cukup menggunakan laptop atau smartphone di rumahnya tetapi tetap kita juga membuka ruang pelayanan kita sediakan beberapa komputer dan juga panitia jika nanti ada yang kurang paham atau sulit diakses kita beri batuan, tetapi untuk mendaftar itu mandiri kita hanya mendampingi saja kalau memang ada kendala,” jelasnya.
Arko menambahkan hingga pukul 12.00 Wib siang kemarin, jumlah pendaftar yang hadir ke SMAN 3 Sukabumi sudah mencapai 130 orang. Namun untuk kesediaan kuota SMAN 3 hanya menyediakan 432 siswa saja.
“Memang dari tahun ke tahun itu kita selalu menjadi sekolah tujuan utama, tahun kemarin saja itu yang mendaftar hingga 800 peserta tetapi kan yang diterima itu 432 siswa sesuai dengan jumlah rombel yang tersedia dan yang menyeleksi itu bukan kami tetapi dari provinsinya langsung sesuai dengan jarak terdekat,” imbuhnya.
Tidak hanya itu, tahun ini ada perbedaan dengan tahun sebelumnya. Tahun ini ada jalur khusus untuk KETM Ekstrem atau masyarakat miskin ekstrem, dimana bagi siswa yang tergolong KETM Ekstrem ini bisa langsung masuk ke sekolah terdekat tanpa harus mendaftar terlebih dahulu.
“Kelebihannya siswa kategori KETM Ekstrem bisa langsung masuk tanpa harus mendaftar dan datanya juga itu, langsung dari dinas sosial nanti dari dinsos di salurkan ke sekolah asal dan dari sekolah asal itu disalurkan ke sekolah-sekolah yang memang dekat dengan rumah siswa. Untuk SMA 3 itu kalau berdasrkan data ada 10 siswa yang masuk KETM Ekstrem tetapi yang bersedia melanjutkan ke SMAN 3 itu hanya dua siswa saja, sisanya mengundurkan diri karena ingin melanjutkan ke SMK,” pungkasnya. (wdy)






