KOTA SUKABUMI

Polsek Cibeureum Sukabumi Pantau Lokasi Longsor

×

Polsek Cibeureum Sukabumi Pantau Lokasi Longsor

Sebarkan artikel ini
Kapolsek Cibeureum Polres Sukabumi
Kapolsek Cibeureum Polres Sukabumi, AKP Suwaji didampingi sejumlah personel memantau lokasi tanah longsor di bantaran Sungai Pencelut

SUKABUMI – Kapolsek Cibeureum Polres Sukabumi, AKP Suwaji didampingi sejumlah personel memantau lokasi tanah longsor di bantaran Sungai Pencelut, Jalan Raya Pembangunan, Kampung Selakso, Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Jumat (26/4).

Insiden tanah longsor dengan panjang 25 meter dan lebar 4 meter serta ketinggian hingga 7 meter tersebut, diduga terjadi akibat Tembok Penahan Tanah (TPT) yang tidak kuat menahan debit air sungai pasca hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi pada Kamis (25/4) malam.

Bank bjb Tandamata

“Hari ini kami dari Polsek Cibeureum memantau dan mengecek lokasi tanah longsor yang terjadi di pinggiran sungai Pencelut Cibeureum tadi malam,” ungkap Kapolsek Cibeureum, AKP Suwaji ke pada Radar Sukabumi, Jumat (26/4).

Suwaji menyebut, tidak ada korban jiwa pada peristiwa tanah longsor. Hanya saja, kondisi TPT harus dilakukan perbaikan karena tergerus longsor. “Alhamdulilah, dari hasil pengecekan sementara, tidak ditemukan korban jiwa,” paparnya.

Lanjut Suwaji, Polsek Cibeureum langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk segera membangun dan memperkuat kembali TPT agar aktifitas warga dapat terus berjalan dengan nyaman serta tidak memperluas area longsor.

“Ya, apalagi akhir ini wilayah Sukabumi seringkali diguyur hujan cukup deras,” tuturnya.

Pihaknya, menghimbau kepada masyarakat agar senantiasa waspada terhadap musibah yang mungkin muncul akibat cuaca atau curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini. “Mari kita cegah bencana banjir dengan tidak membuang sampah ke selokan maupun ke sungai,” imbuhnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat sebanyak delapan rumah dan satu pabrik cilok terdampak banjir. Diketahui, banjir tersebut sempat menggenang wilayah Citamiang hingga sekitar 1 meter pada Kamis (25/4) malam.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, banjir terjadi di Jalan Otista, Kelurahan Gedong Panjang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.

Banjir itu disebabkan meluapnya drainase yang tersumbat sampah. “Kejadian banjir semalam karena saluran drainase yang tidak berfungsi.

Ada sampah yangmenyumbat, selain sampah rumah tangga, ada sterofoam dan gedebog pisan. Itu (gedebog pisang) yang bikin saluran mampet,” kata Kalak BPBD Kota Sukabumi Novian Rachmat, Jumat (26/4/2024).

Novian mengatakan, setidaknya ada sembilan rumah dan 43 jiwa yang terdampak. Dokumen penting dan peralatan rumah tangga berupa kasur, alat-alat memasak, kasur, alat-alat elektronik hingga kendaraan terendam banjir.

Selain rumah warga, satu pabrik pembuatan cilok milik Arifin juga sempat terendam banjir. Beberapa mesin pembuatan cilok dan gerobak rusak akibat peristiwa tersebut.

Meski demikian, Novian mengatakan, tak ada warga yang mengungsi. Mereka memilih untuk bertahan di rumahnya hingga banjir tersebut surut.

“Tidak ada (warga mengungsi) Alhamdulillah tadi malam sudah clear terselesaikan genangan air yang meluap tersebut. Selesai penanganan sekitar jam 23:00 atau dua jam pascakejadian banjir,” pungkasnya. (Bam)