SUKABUMI – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, mencatat sepanjang 2023 terdapat sebanyak 185 kejadian bencana alam. Tidak tanggung, kerugian pun ditaksir mencapai Rp6.033.475.000.
Kalak BPBD Kota Sukabumi, Novian Rahmat Taufik mengatakan, jenis bencana alam yang melanda Kota Sukabumi sepanjang tahun 2023. Yakni, 6 angin topan, 13 banjir, 62 cuaca ekstrem, 33 kebakaran lahan, 34 kebakaran pemukiman, 1 kebakaran transportasi, dan 36 tanah longsor.
“Ya, terdapat 6 kejadian angin topan yang menerjang wilayah tersebut, menyebabkan kerusakan pada rumah, pohon tumbang, dan infrastruktur lainnya,” kata Novian kepada wartawan, Rabu (3/1).
Selain angin topan, lanjut Novian, banjir juga menjadi bencana alam yang sering terjadi. Dampaknya, sejumlah wilayah terendam air, mengakibatkan kerugian bagi masyarakat dan merusak fasilitas umum, seperti jalan, rumah, dan pertanian.
Tak hanya itu, cuaca ekstrem juga menjadi penyebab bencana alam yang signifikan di Kota Sukabumi. “Cuaca ekstrem inj seperti hujan lebat, badai, dan petir yang menyebabkan kerusakan pada struktur bangunan, listrik padam dan lainnya,” cetusnya.
Menurutnya, sejauh ini BPBD Kota Sukabumi berkomitmen untuk terus meningkatkan upaya mitigasi bencana, penanganan darurat, dan pemulihan pasca bencana. “Kami terus berupaya melakukan mitigasi untuk meminimalisir dampak akibat bencana alam,” paparnya.
Memasuki musim hujan, sambung Novian, masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam dan mengikuti langkah keselamatan yang disarankan BPBD.
“Kami minta agar masyarakat tetap waspada dengan potensi bencana yang dapat terjadi khususnya saat memasuki musim hujan,” pungkasnya. (Bam)






