KABUPATEN SUKABUMI

1.000 Hektare Sawah Terancam Kering

×

1.000 Hektare Sawah Terancam Kering

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Ribuan hektare lahan pertananian di Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung dan Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, terancam gagal panen. Pasalnya, saluran irigasi Cimandiri yang berada di Kampung Ciurug, Desa Wangunreja, jebol sepanjang 10 meter dengan ketinggian 15 meter, akibat diterjang bencana banjir.

Kepala Desa Wangunreja, Ali Nurdin mengatakan, akibat bencana tersebut, saluran irigasi untuk mengairi lahan pertanian di dua kecamatan terancam gagal panen.

Bank bjb Tandamata

“Ada 1.000 hektare lahan pesawahan di Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung dan Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah, terancam gagal panen. Kalau untuk di wilayah Desa Wangunreja ada sekitar 400 hektare lahan pertanian padi, tidak bisa bercocok tanam. Sebab, air untuk mengairi lahan pertanian tidak bisa sampai ke sawah warga,” jelas Ali kepada Radar Sukabumi, Minggu (11/3).

Menurut Ali, saluran irigasi Cimandiri bukan hanya digunakan untuk mengairi lahan pertanian saja. Tetapi, saluran irigasi tersebut kerap digunakan oleh warga untuk keperluan mandi dan mencuci sejumlah peralatan rumah tangga.

“Namun, setelah irigasi Cimandiri jebol, warga merasa kesulitan untuk mencuci pakaiannya. Apalagi, mayoritas penduduk di Desa Wangunreja berada di dataran tinggi. Sehingga ketika mereka membuat sumur untuk mendapatkan air bersih, sangat kesulitan. Jadi keberadaan saluran irigasi ini sudah menjadi kebutuhan warga dalam melakukan aktivitas seharinya mencuci pakaiannya,” paparnya.

Lebih lanjut Ali menjelaskan, pemerintah Desa Wangunreja sudah melakukan berbagai upaya untuk membangun kembali saluran irigasi tersebut. Bahkan, dirinya sudah melaporkan kondisi saluran irigasi tersebut kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi hingga pemerintah provinsi.