JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal (Purn) Wiranto masih merahasiakan lokasi lapas yang akan dihuni pimpinan Jamaah Anshorut Tauhid, Abu Bakar Baasyir.
Mantan Panglima ABRI itu mengatakan pemindahan tahanan teroris itu ke salah satu lapas di Jawa Tengah tersebut masih dalam proses. Kabarnya Solo dan Klaten menjadi salah satu tujuan pemindahan Baasyir.
“Sabar, tunggu pelaksanaannya,” tuturnya saat ditemui usai memberi sambutan pada acara Migrasi Televisi Analog ke Televisi Digital di Crowne Hotel, Jalan Pemuda Semarang, Kamis (8/3).
Ia turut mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi apakah nantinya status Baasyir akan dirubah menjadi tahanan rumah atau tetap menghuni sel tahanan lapas. “Pokoknya tunggu nanti,” ujarnya sembari bergegas meninggalkan lokasi acara.
Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Tengah, Djoni Priyatno menuturkan, pihaknya mengaku belum menerima instruksi apapun terkait pemindahan Baasyir. “Kita masih tunggu petunjuk Pak Menkopolhukam, mau ditempatkan dimana Baasyir nanti,” ungkapnya saat dihubungi.
Kendati demikian, pihaknya telah menyiapkan sejumlah personel untuk memperketat pengamanan jika Baasyir benar jadi menghuni salah satu lapas di Jawa Tengah. Petugas di sana, lanjutnya, juga akan ditambah, termasuk sipir pada blok tempat Baasyir ditahan nanti. “Persiapan sudah kita lakukan dan tinggal nunggu waktunya saja. Pastinya, kita siap menjalankan aba-aba pemindahan penahanan Abu Bakar Baasyir,” tutupnya.
Sebelumnya, Menko Polhukam Wiranto mengumumkan pemindahan Baasyir dari Lapas Gunung Sindur, Bogor, ke Lapas di sekitar Jawa Tengah. Pemindahan Baasyir sendiri mempertimbangkan kondisi kesehatannya dan agar dirinya bisa lebih dekat dengan keluarga.(gul/JPC)




