CIREBON – Ditengah kemajemukan masyarakat Kota Cirebon, potensi ketegangan dan gesekan antar umat beragama tak menutup kemungkinan dapat terjadi. Untuk itu, keberadaan Masjid sebagai pusat peradaban dan kebudayaan dianggap mampu melerai benih konflik.
Demikian diungkapkan Sekretaris Daerah Asep Dedi dalam sambutannya di acara pelantikan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) kota Cirebon periode 2017-2022 di Ruang Adipura Kencana Balai Kota Jalan Siliwangi No.84 Kota Cirebon, Senin (22/1).
Sekda mengajak kepada para tokoh agama yang tergabung dalam wadah DMI, untuk bersama-sama memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang arti perbedaan. Disamping itu, Sekda juga berharap agar bisa lebih memahami kondisi lingkungan masyarakat, khususnya kepada pengurus DMI yang baru dilantik.
“Pengurus masjid memiliki fungsi yang strategis untuk menjaga kebersamaan. Jika dibandingkan dengan jumlah RW di kota Cirebon sebanyak 248, sementara jumlah masjid sebanyak 650, ini sangat strategis dalam menjaga eksistensinya di tengah masyarakat,” kata Asep Dedi dalam acara bertajuk “Mantapkan Akselerasi Memakmurkan dan Dimakmurkan Masjid”.
Asep Dedi pun berpesan kepada pengurus DMI yang baru untuk meningkatkan kinerja dan segera membuat program-program dalam upaya mensinergiskan dengan Visi kota Cirebon yang Religius.



