SUKABUMI – Untuk merealisasikan program kerja pendidikan mahasiswa Program Studi (Prodi) Sarjana Keperawat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Sukabumi menggelar webinar yang diselenggrakan pada, Sabtu (14/8/2021).
Webinar bertajuk “Kesiapsiagaan Perawat Dalam Menghadapi Ancaman Bencana di Era Pandemi” dilaksanakan secara online melalui aplikasi zoom meeting dengan menghadirkan Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi sebagai Key Note Speaker, Etika Emaliyawati selaku Sekertaris Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) Jawa Barat sebagai narasumber pertama, Ketua Stikesmi Iwan Permana (narasumber kedua), dan Na’rulsyani, mahasiswa STIKes Sukabumi sebagai moderator.
“Intinya tujuan dari webinar ini kita ingin mengedukasi mahasiswa kami, khususnya mahasiswa sarjana keperawatan tentang bagaimana penanggulangan bencana di masa pandemi kepada tenaga profesi perawat dan masyarakat umum,” terang Ketua STIKes Sukabumi, Iwan Permana kepada Radar Sukabumi, baru- baru ini.
Iwan menambahkan, inti dari pembahasan webinar ini lebih berfokus kepada penanganan pasien wabah Covid-19 di area klinik atau pelayanan rumah sakit penanggulangan baik kondisi pasien gawat, darurat dan gawat darurat. Kemudian dibahas juga mengenai upaya pencegahan bencana di area komunitas atau masyarakat pada masa pandemi seperti sekarang ini.
Ia pun berharap, para mahasiswa setelah mengikuti webinar tersebut mampu memberikan edukasi kepada masyarakat lainnya tentang pentingnya upaya pencegahan dengan cara upaya promosi kesehatan, keterlibatan dengan pihak terkait, ikut berkontribusi dalam perencanaan penanggulangan kasus bencana atau wabah penyakit serta mempunyai kemampuan tambahan penanganan pasien baik kasus bencana alam atau non alam seperti wabah Covid- 19 melalui pelatihan secara umum dan khusus.
“Peran perawat saat ini ikut dalam upaya pencegahan wabah Covid-19 melalui kegiatan vaksinasi menjadi vaksinator, memberikan edukasi, kerjasama dengan pihak terkait dalam pemantauan kasus melalui kunjungan rumah, melakukan skrining pada kasus-kasus yang terpapar wabah Covid -19, ikut menjadi relawan dalam kegiatan penanggulangan wabah Covid-19,” pungkasnya. (wdy)






