Dalam tiga tahun terakhir, angka pengangguran di Indonesia terus menurun. Namun, persentasi pengangguran dengan tingkat pendidikan tinggi justru naik.
Hal ini disebabkan adanya problem miss match atau ketidaksesuaian antara lulusan perguruan tinggi dengan pasar kerja yang dibutuhkan dunia usaha dan industri.
Dari 10 lulusan perguruan tinggi, hanya 3-4 orang yang sesuai kebutuhan. Selain miss match, lulusan perguruan tinggi juga dihadapkan pada persoalan under qualification.
Yakni, lulusan perguruan tinggi masih berada di bawah standar kompetensi.Demikian disampaikan Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri saat orasi ilmiah Wisuda Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana periode 2017-2018 Universitas Sains Alquran (UNSIQ), Wonosobo, Jawa Tengah, Rabu (17/1).
“Kedua masalah tersebut menjadi tantangan perguruan tinggi dan pemerintah,” kata Menteri Hanif.



