Untuk menjawab tantang tersebut, Menaker menyarankan agar perguruan tinggi meningkatkan jejaring dengan dunia industri dalam menyusun kurikulum yang terkait masalah skill.
Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan, nyambung dengan pasar kerja yang dibutuhkan perusahaan.
“Jejaring itu penting, karena dunia industrilah yang akan menggunakan lulusan perguruan tinggi,” tegas Menaker.
Kerja sama dan jejaring dengan dunia industri dimaksudkan untuk menjawab tantangan pasar kerja yang dinamis, dimana teknologi digital telah menghilangkan berbagai jenis pekerjaan sekaligus menghadirkan jenis pekerjaan baru yang menuntut kompetensi dan penguasaan skill.
Oleh karenanya, kurikulum, dosen dan laboratorium di perguruan tinggi harus relevan dengan dunia kerja. Pemerintah akan mendorong perguruan tinggi untuk lebih berorientasi kepada pendidikan vokasi.



